oleh

Paguyuban Seni Ancam Turun Jalan, Ini Alasanya

Trenggalek, (afederasi.com) – Puluhan orang yang tergabung dalam paguyuban seni mengadu ke DPRD Trenggalek, Rabu (17/5/2020). Karena mereka tidak mendapatkan penghasilan selama pandemi corona. Mereka meminta pemerintah daerah untuk bisa membuka usahanya.

Ketua Komisi IV DPRD setempat, Mugianto mengatakan, sebanyak empat paguyuban seni menyampaikan tuntutan terkait nasib mereka, yaitu meminta agar segera memberi izin atau segera membuka pengadaan kegiatan resepsi pernikahan.

“Seperti yang mereka sampaikan,  selama tiga bulan terakhir di masa pandemi para pekerja seni tersebut sangat terdampak secara ekonomi,” ungkapnya.

Sedangkan tuntutan yang kedua, lanjut Mugianto, jika dalam kurun waktu tujuh hari tidak ditanggapi oleh Pemerintah Daerah, maka mereka akan turun ke jalan menyampaikan aspirasinya.

“Intinya dimasa pandemi ini para pekerja seni tidak mendapatkan penghasilan. Dengan adanya persiapan new normal mereka meminta untuk memberikan kebijakan agar profesi mereka berjalan kembali,” terangnya.

Dijelaskan Mugianto, karena kegiatan dan pekerjaan mereka yang pasti menghadirkan orang banyak, maka agar bisa dimulai harus menyiapkan beberapa kebijakan.

Baca Juga  Wakil Ketua DPRD: Masuk Kota Kripik Tak Harus Rapid Test

“Setelah mengevaluasi persoalan ini, solusi awal adalah bagaimana caranya membantu secara ekonomi melalui Dinsos dan Disparbud ataupun dari BPBD,” jelasnya.

Mugianto, akan segera menindaklanjuti tuntutan mereka dengan mengajukan solusi kepada eksekutif agar membuatkan surat rekomendasi.

“Dengan meminta bupati, agar segera mengizinkan kembali kegiatan seperti hajatan pernikahan serta pentas seni. Tentunya dengan tetap disiplin dalam menerapkan protokoler kesehatan,” tuturnya.

Ditambahkan Mugianto, solusi kebijakan tersebut harus bertahap. Seperti merancang skema atau aturan dalam penerapan kebijakan tersebut hingga ke tingkat Satgas Covid-19 yang ada di Desa.

Dia mencontohkan ketika ada hajatan pernikahan harus mengetahui dan se-izin Satgas Gugus tugas setempat. Dengan harapan tatkala Pemerintah membuat kebijakan baru, SOP-nya harus diterbitkan.

Harun Azka Ketua Paguyuban Sound Jenangan Trenggalek (PSJT) menjelaskan, para pelaku seni selama tiga bulan lalu tidak memiliki penghasilan. Sehingga mereka juga sangat terdampak secara ekonomi.

Dari adanya dampak tersebut, pihaknya menyampaikan dua tuntutan tentang kebijakan agar membuka kembali kegiatan hajatan pernikahan.

“Kita menuntut Pemerintah Daerah agar segera menerbitkan aturan tentang hajatan, pernikahan serta kegiatan lain,” ucapnya.

Baca Juga  60 Persen Anggota DPRD Dicek Darah, Pastikan Kesehatan Bebas Corona, Besok Hasilnya sudah Keluar

Jika dalam kurun waktu tujuh hari, lanjut Harun, tuntutan tersebut tidak ditanggapi maka dengan terpaksa akan turun jalan sebagai pencarian solusi dalam penyelesaian masalah ini.

“Pekerja seni ini merupakan pekerja sound terop, dalang, sinden yang sangat terdampak dimasa pandemi,” terangnya. (par/am)

News Feed