oleh

Operasi Patuh Semeru Berakhir, Angka Pelanggaran dan Laka Lantas di Trenggalek Menurun

Trenggalek, (afederasi.com) – Operasi Patuh Semeru 2020 yang berlangsung selama 14 hari sejak 14 Juli hingga 5 Agustus 2020 telah resmi berakhir. Dengan digelarnya operasi tersebut, berhasil menekan angka pelanggaran maupun kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Trenggalek.

Kasatlantas Polres Trenggalek AKP Randy Asdar mengatakan, selama berlangsungnya operasi patuh semeru 2020 pelanggaran lalu lintas turun mencapai 37,5 persen dibandingkan dengan operasi yang sama pada tahun 2019 yang lalu.

“Artinya operasi ini, berhasil menekan angka pelanggaran maupun kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Trenggalek. Dan terbukti dari 1.610 pelanggaran menjadi 1.005 pelanggaran. 748 diantaranya adalah tindakan tilang dan sisanya sebanyak 257 berupa teguran,” ungkapnya, Kamis (6/8/2020).

Sedangkan rincian pelanggaran, untuk pengendara sepeda motor tidak menggunakan helm 124 orang. Kemudian disusul pengendara dibawah umur sebanyak 75 orang.  

Sedangkan untuk roda empat atau lebih, pelanggaran tertinggi adalah tidak menggunakan safebelt (sabuk pengaman) yang mencapai 24 orang. Sisanya pelanggaran surat-surat dan kelengkapan kendaraan tidak sesuai spektek serta pelanggaran lalu lintas lainnya.

Baca Juga  Diduga Terjatuh Saat Melaut, Nelayan Asal Trenggalek Hilang di Perairan Prigi

“Pada aspek usia pelanggar rentang usia remaja. Antara 16 sampai dengan 20 tahun masih mendominasi angka pelanggaran mencapai 164 orang,” terangnya.

Dengan demikian lanjut AKP Randy, tentunya harus menjadi perhatian dari semua pihak. Tidak hanya petugas Kepolisian tetapi juga pemerintah dan stakeholder lainnya.

“Semua pihak wajib turun tangan untuk bersama-sama menyelamatkan generasi bangsa dengan memberikan imbauan dan pemahaman tentang tertib berlalu lintas termasuk melarang anak-anak dibawah umur mengendarai kendaraan bermotor,” tuturnya.

Lebih lanjut AKP Randy menjelaskan, untuk kecelakaan lalu lintas juga mengalami penurunan cukup siginfikan mencapai 63,6 persen dari 11 kali di tahun 2019 menjadi 4 kali di tahun 2020.

“Demikian juga, jika dibandingkan dengan 14 hari sebelum dan selama pelaksanaan operasi, kecelakaan lalu lintas turun 42,9 persen,” jelasnya.

Ditambahkan AKP Randy, mengingat saat ini masih dalam masa pandemi Covid-19 sasaran operasi patuh semeru 2020 berbeda dengan tahun sebelumnya.

Tidak hanya berkutat soal kelalulintasan saja. Namun juga edukasi tentang protokol kesehatan. Tujuannya menggugah kesadaran masyarakat untuk bersama-sama meminimalisir dan mencegah penyebaran Covid-19.

Baca Juga  Upaya Pemulihan Ekonomi, Dewan Gelar Rapat Dengar Pendapat Bersama Tiga OPD

“Setiap kali menggelar razia ataupun kegiatan lainnya, petugas terus mengimbau atau mengingatkan kepada para pengendara tentang kewajiban mengenakan masker. Bahkan tak segan, petugas akan meminta pengendara untuk putar balik jika tidak mengenakan masker,” pungkasnya. (par/am)

News Feed