oleh

Operasi Patuh Semeru 2020 ditengah Covid-19 Berakhir, Ini Capaian di Kota Marmer

Tulungagung, (afederasi.com) – Operasi Patuh Semeru 2020 yang digelar selama 14 hari mulai Kamis (23/7/2020), hingga Rabu (5/8/2020) berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya, tahun ini operasi keselamatan berlalulintas tersebut digelar ditengah pandemi Covid-19.

Jika tahun lalu lebih mengedepankan tindakan hukum (tindakum) berupa tilang dan teguran pelanggar berlalu lintas, namun pada tahun ini mengedepankan tindakan preemtif yakni penerangan dan penyuluhan (penluh) pelanggar lalu lintas maupun protokol kesehatan.

Berdasarkan data dari Satlantas Polrs Tulungagung, pada tahun 2019 Satlantas penindakan dan pelanggaran (dakgar) sebanyak 3.321 kasus. Rinciannya, 3.169 tilang, dan 152 lainnya teguran.

Sedangkan pada tahun ini, dakgar mengalami penurunan sebesar 69,7 persen. Yakni 1.014 kasus, dengan rincian tilang 559 kasus dan teguran sebanyak 455 kasus.

Untuk kejadian Laka Lantas juga mengalami penurunan. Dimana pada tahun 2019 terdapat 3 kejadian dengan jumlah korban meninggal sebanyak 3 orang, dan luka ringan ada 5 orang. Kemudian ditahun 2020 kejadian lakalantas nihil.

Yang mengalami peningkatan hampir 1000 persen yakni kegiatan pendidikan masyarakat lalu lintas (dikmas lantas). Dimana pada tahun 2019 hanya ada penluh sebanyak 168 kegiatan, namun pada tahun 2020 ada penluh 1.823 kegiatan.

Baca Juga  Nongkrong di Warkop, Puluhan Pemuda Diciduk Tim Gabungan, Ini Hukumannya

Demikian halnya dengan kegiatan pengaturan, penjagaan, pengawalan dan patroli (turjawali) pada operasi semeru tahun ini juga mengalami kenaikan. Dimana, pada 2019 ada 1.687 kegiatan dan pada tahun 2020 sebanyak 1882 kegiatan.

Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia melalui Kasatlantas AKP Aristianto Budi Sutrisno mengatakan, pada operasi patuh semeru tahun ini pihaknya memang mengedepankan tindakan berupa teguran kepada pelanggar lalu lintas yang ditemukan saat operasi. Selain itu, pihaknya juga menyampaikan himbauan agar pengguna jalan tetap mematuhi protokol kesehatan dimasa pandemi.

“Pada operasi patuh Semeru ini kita juga mensosialisasikan penerapan physical distancing pengguna jalan disejumlah simpang empat,” katanya.

Namun demikian lanjut Aris, pihaknya masih menemukan pelanggar lalu lintas. Menurutnya, jenis pelanggaran yang paling banyak yakni tidak menggunakan helm, melawan arus, bermain hp saat berkendara, pengendara dibawah umur, serta pengemudi mobil yang tidak memakai sabuk pengaman. (yp)

News Feed