oleh

Nyambi Jualan Sabu, Montir Motor Diciduk Polisi

Tulungagung, (afederasi.com) – Seorang montir yang berinisial IM alias Singo (38) warga Desa Sambirobyong Kecamatan Sumbergempol diciduk anggota Satreskoba Polres Tulungagung pada Senin (10/8/2020) siang. Pasalnya, pria yang kesehariannya sebagai montir tersebut diduga juga mengedarkan sabu-sabu.

Dari tangan tersangka, polisi juga mengamankan barang bukti berupa tiga poket sabu dengan berat 0,28 gram, 0,19 gram, 2,05 gram, sebuah timbangan digital, dan sebuah pipet kaca kosong.

Kemudian sebuah alat sabu, sebuah sekrop sabu dari sedotan plastik, sebuah sedotan plastik, tiga buah korek api, sebuah HP merk Oppo, dua pak plastik klip, dan uang tunai hasil penjualan sebesar Rp 235 ribu.

“Saat ini tersangka sudah diamankan di Mapolres Tulungagung,” kata Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia melalui Paur Humas Iptu Neny Sasongko kepada afederasi.com Selasa (11/9/2020).

Neny mengungkapkan, tertangkapnya tersangka yang diduga sebagai pengedar sabu-sabu ini bermula dari informasi yang diterima petugas. Bahwasannya, di daerah Desa Sambirobyong ada peredaran narkoba.

“Setelah ditelusuri ternyata benar. Petugas yang berpakaian preman mulai mencari keberadaan target ini, “ katanya.

Baca Juga  Selepas Ronda, Pria Ini Mengeluh Sakit Perut dan Ditemukan Membusuk

Hingga akhirnya lanjut Neny, pada Senin siang petugas mendatangi rumah korban. Saat diinterograsi awalnya IM ini mengelak. Namun setelah dilakukan penggeledahan, ternyata petugas menemukan tiga poket sabu dengan berat total sekitar 2,52 gram.

“Untuk keperluan penyidikan, IM langsung dibawa ke Mapolres,” terang mantan Kanit Dikyasa Satlantas Polres Tulungagung tersebut.

Kepada petugas, IM ini mengaku baru mengedarkan sabu-sabu sekitar tiga bulan yang lalu. Sebelumnya, ia juga mengedarkan obat terlarang jenis pil dobel L.

“Setiap 1 gram sabu dibeli seharga Rp 1 juta dari seseorang yang berinisial M, kemudian dijual lagi sesuai permintaan konsumennya,” imbuhnya.

Masih menurut Neny, selain menjadi pengedar, IM ini juga mengkonsumsi sabu-sabu. Ini terlihat dari hasil tes urin yang menyatakan positif. Ia beralasan jika mengkonsumsi sabu merasa memiliki stamina lebih, sehingga bisa maksimal dalam menservis sepeda motor.

“Pengakuannya, beberapa jam sebelumnya ia juga mengkonsumsi sabu,” katanya.

Neny menambahkan, saat ini kasus tersebut masih dalam pengembangan. Petugas juga masih mengejar seseorang yang berinisial M atau pemasok sabu kepada IM.

Baca Juga  Bupati Resmikan Wisata ‘Njegong Park’, Serasa di Paris

“Atas perbuatannya, IM bakal dijerat dengan pasal 114 ayat (1) sub pasal 112 ayat (1) UURI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara,” pungkasnya. (yp)

News Feed