oleh

Nyambi Edarkan Dobel L, Nelayan Dicokok Polisi

Tulungagung, (afederasi.com) – Seorang nelayan yang biasa beroperasi di Pantai Prigi Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek diamankan anggota Unit Reskrim Polsek Ngunut pada Rabu (5/8/2020) malam di Desa Kaliwungu Kecamatan Ngunut.

Pasalnya, pria yang berinisial AY alias Bodhong (32) warga Desa Prigi Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek ini diduga juga mengedarkan pil dobel L.

Dari tangan tersangka, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa 3810 butir pil dobel L, sebuah HP merk VIVO Warna hitam, uang tunai sebesar Rp 100 ribu, dan plastik klip.

Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia melalui Humas Bripka Endro Purnomo mengatakan, tertangkapnya pengedar obat terlarang jenis pil dobel L ini bermula dari informasi yang diterima anggota Reskrim Polsek Ngunut. Bahwasannya, pada Rabu malam akan ada transaksi pil dobel L di sekitar pinggir jalan raya Blitar masuk Desa Kaliwungu.

“Mendapat laporan tersebut petugas langsung nelakukan penyelidikan,” katanya.

Selain itu lanjut Endro, petugas yang berpakaian preman langsung memantau daerah yang dimaksud sejak Rabu sore. Satu-persatu warga yang sempat singgah atau yang gerak-geriknya mencurigakan diamati.

Baca Juga  Anggota DPRD Pengancam Bupati Maryoto Birowo Jadi Tersangka

“Hingga akhirnya sekitar pukul 20.00 WIB ada seorang pengendara Yamaha Vixion yang berhenti. Karena motornya tanpa nopol, akhirnya petugas mendekatinya,”” terangnya.

Masih menurut Endro, saat petugas menanyakan apa yang sedang dilakukan, ternyata pemotor tersebut terlihat gusar. Seketika, petugas pun langsung menginterograsi dan memeriksa barang-barangnya. Hasilnya, ditemukan satu bungkus pil dobel L sebanyak 1000 butir dan  satu bungkus plastik kecil yang berisi 10 butir pil dobel l.

“Barang haram tersebut disimpan di tas pinggang warna hitam yang ada di samping sepeda montornya,”  katanya.

Tak mau kehilangan momentum, petugas pun langsung melakukan pengembangan. Hasilnya, di kamar kos tersangka masuk Desa Buntaran Kecamatan Rejotangan petugas menemukan 2800 butir pil dobel L yang dibungkus plastik/kresek hitam.

“Setelah itu, tersangka langsung digelandang ke. Mapolsek untuk pemeriksaan lanjutam,” jelasnya.

Kepada petugas, tersangka mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari seseorang yang berinisial B. Dimana setiap 1000 butir pil dobel L dibeli seharga Rp 900 ribu dan dijual Rp 1 juta.

Tersangka juga mengaku baru menekuni pekerjaan ini sekitar tiga bulan yang lalu. Awalnya, ia dimintai tolong teman-temannya yang membutuhkan pil dobel L.

Baca Juga  Diduga Konsleting, Sebuah Rumah di Rejosari Ludes Terbakar

“Jadi pada 2015 yang lalu tersangka ini pernah dihukum atas kasus serupa,” terangnya.

Endro mengungkapkan, meski baru mengaku empat kali transaksi, tersangka juga mengatakan nekat berjulan pil dobel L bukan karena untuk menambah penghasilan. Melainkan, ia hanya ingin mendapatkan bonus pil dobel L secara gratis ketika bisa menjualkannya.

“Alasan mengkonsumsi pil dobel L agar tersangka kuat saat mencari ikan di laut,” imbuhnya.

Endro menambahkan, kini kasus tersebut masih dalam proses penyidikan. Petugas juga berupaya untuk mencari dan menelusuri siapa saja yang pernah bertransaksi dengan tersangka.

“Atas perbuatannya, tersangka bakal dijerat dengan pasal 197 Sub pasal 196 ayat 2 UURI No 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan,” pungkasnya. (yp)

News Feed