oleh

Nunggak PBB, BPKAD Datangi Perumahan Elit di Kota Pahlawan

Surabaya, (afederasi.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Pajak Daerah (BPKPD) setempat mendatangi perumahan elit di Kota Pahlawan untuk melaksanakan penagihan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Sabtu (22/8/2020).

Penagihan itu ditargetkan terutama bagi wajib pajak yang tagihannya di atas Rp 5 juta dan memiliki tunggakan di tahun-tahun sebelumnya.

Kepala Bidang Pendataan dan Penetapan Pajak Daerah BPKPD Kota Surabaya Anang Kurniawan menjelaskan, penagihan tersebut lebih dikhususkan ke perumahan-perumahan elit dengan melibatkan Satpol PP. Menurutnya, hal ini sebagai bentuk tindak lanjut kepada pembayar pajak yang dinilai masuk dalam kategori kurang patuh.

“Jadi, ada tiga kategori pembayar pajak.  Diantaranya patuh, agak patuh dan kurang patuh. Yang kita datangi tadi adalah yang termasuk kurang patuh,” ungkap Anang disela-sela melakukan penagihan, Sabtu (22/8/2020).

Anang mengungkapkan, sebetulnya tahapan ini dilakukan setelah melewati beberapa tahapan yang dilakukan secara internal oleh BPKPD. Mulai dari pemberitahuan, imbauan hingga penangihan. Karena itulah, pada tahap ketiga dirinya melibatkan Satpol PP untuk membantu bersama-sama dalam melakukan penagihan.

Baca Juga  Ratusan Siswa Dikspespa Kodiklatal Ikuti Uji Sosiometri

Ia berdalih, sesuai dengan Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 31 Tahun 2020 tentang Penghapusan Sanksi Administratif Denda Pajak Bumi dan Bangunan Perkotaan, kepada Masyarakat sebagai dampak Penyebaran Wabah Covid-19, yang menyebutkan denda pajak dilakukan penghapusan, untuk pembayaran mulai dari 1 Agustus s/d 30 Sepetember 2020.

“Sebenarnya selama dua bulan ini masyarakat dapat memanfaatkan pembayaran. Karena ada pandemi Covid-19 maka ada kebijakan untuk pembebasan denda. Berlaku pembayarannya sampai 30 September saja. Jadi selama dua bulan,” ujarnya.

Disamping itu, Anang juga memberikan pemaparan terkait target PBB tahun 2020, yakni sebesar Rp 1.307 miliar atau sama dengan Rp 1,3 triliun. Sedangkan realisasinya dimulai dari Bulan Januari hingga saat ini masih di kisaran Rp 1.016 miliar atau sama dengan Rp 1,01 triliun. Oleh karena itu, Anang memastikan pihaknya akan terus gencar melakukan penagihan supaya target tersebut dapat dipenuhi.

“Tindakan seperti ini akan terus mengalir. Saya akan terus menggali data rumah maupun property dengan nilai yang cukup besar. Agar sisa dari kekurangannya itu lekas terpenuhi,” kata Anang.

Baca Juga  Pemkot Surabaya Keluarkan SE Pencegahan Covid-19 di Lingkungan Kerja

Pada kesempatan itu juga, Anang meminta agar masyarakat dapat segera membayar PBB terutama yang telah memiliki tunggakan selama beberapa tahun. Apalagi masyarakat juga telah menikmati berbagai macam fasilitas kota.

“Warga sudah menikmati fasilitas kota. Seperti kebersihan, keindahan, ketertiban, keamanan yang sudah difasilitasi oleh pemkot. Untuk itu mohon kerjasamanya,” tegasnya.

Sementara itu Kepala Unit Pelaksanaan Terpadu Badan (UPTB) Surabaya III Mohammad Sigit Kurniawan mengatakan, hari ini ia bersama jajarannya berkeliling di perumahan elit dengan total 38 titik dalam satu hari ini. Dirinya memastikan upaya yang sama juga akan dilakukan secara masif di berbagai wilayah.

“Kecamatan Wiyung, Dukuh Pakis, Jambangan, Gayungan, Karang Pilang, kemudian Kecamatan Sawahan. Besok kita juga berkeliling di lokasi-lokasi yang berbeda supaya target PBB kita cepat terpenuhi,” pungkas Sigit. (dwd/yp).

News Feed