oleh

Nekat Buka, Kafe dan Karaoke Maxi Digrebek Polisi

Tulungagung, (afederasi.com) – Kepolisian Resor (Polres) Tulungagung melakukan penggerebekan terhadap kafe dan karaoke Maxi yang berada di Jalan Soekarno-Hatta masuk Kelurahan Kutoanyar Kecamatan Tulungagung, Minggu (11/10/2020) dini hari. Pasalnya, kafe dan karaoke yang dulu bernama Yess dan sempat berganti nama lagi menjadi Markas tersebut nekat beroperasi ditengah larangan jam malam.

Berdasarkan informasi yang dihimpun afederasi.com, untuk mengelabuhi petugas, kafe dan karaoke Maxi ini melakukan dengan penuh tipu daya. Dari luar, sekilas tidak tampak buka, karena menggunakan sistem buka-tutup.

Artinya, pengunjung baru bisa masuk apabila sudah order by phone. Setelah itu, pengunjung baru bisa masuk melalui portal 1, dimana petugas portal 1 meminta untuk dihubungkan dari dalam, setelah yang dari dalam keluar, baru bisa masuk lagi ke Portal 2 yang selanjutnya pengunjung bisa mendapatkan pelayanan.

Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia melalui Wakapolres Kompol Yoghi Hadisetiawan membenarkan adanya penggerebekan tersebut. Menurutnya, informasi tersebut bermula dari aduan masyarakat. Setelah ditindaklanjuti, ternyata informasi tersebut benar adanya.

Baca Juga  Dua Bandar Sabu Ditembak Mati

“Ada anggota yang kesana, beberapa pengunjung dan karyawan juga langsung diamankan untuk diminta keterangannya,” katanya.

Namun demikian lanjut Yoghi, pihaknya belum bisa memberikan informasi lebih detail. Sebab, hingga saat ini ia mengaku belum menerima hasil pemeriksaan yang terbaru.

“Saya belum menerima laporan terbaru,” terangnya.

Yang jelas lanjut Yoghi, ketika nanti ditemukan unsur pidana, tentu pihaknya akan memprosesnya. Namun jika tidak ditemukan pelanggaran pidana, maka kasus tersebut akan diserahkan kepada Satpol PP. Mengingat, pelanggaran jam malam merupakan ranah dari Satpol PP.

Terpisah, Kasatreskrim AKP Ardyanto Yudo Setyantono mengungkapkan, beberapa orang yang diamankan antara lain pengunjung kafe, penanggung jawab, dan karyawan kafe.

“Ya intinya orang-orang yang saat itu ada di lokasi,” ungkapnya.

Yudo melanjutkan, dari hasil pemeriksaan sementara, pihaknya masih belum menemukan pelanggaran pidananya. Tetapi, yang jelas pengelola kafe tersebut telah menyalahi aturan jam malam ditengah pandemi Covid-19 atau pelanggaran Yustisi.

“Seharusnya belum boleh beroperasi kan, ini beroperasi hingga dini hari,” imbuhnya.

Baca Juga  Prosentase Kesembuhan Covid-19 di Jatim Tinggi, Ini Strategi Khofifah

Sementara itu, Ketua LSM AMPTA Hery Widodo mengecam keras atas bukanya kafe dan karaoke Maxi tersebut. Pihaknya juga menuntut instansi terkait untuk melakukan tindakan yang tegas. Pasalnya, pengelola tidak mengindahkan aturan pemerintah ditengah pandemi Covid-19.

“Apalagi yang dilakukan oleh Maxi ini sudah penuh dengan tipu daya,” tegasnya.

Hery mengungkapkan, Pemkab Tulungagung tidak boleh mentoleransi hal ini dan kafe/karaoke Maxi harus ditutup. Terlebih, perubahan nama yang sebelumnya Yess, lalu Markas, dan saat ini adalah Maxi juga wajib dicurigai.

“Tiba-tiba kafe tersebut berubah nama dan pemilik, yang seharusnya semua pengurusan ijin, harus dimulai dari awal,” ujarnya.

Ironinya lanjut Hery, disaat anak-anak sekolah belum boleh masuk, namun kafe-kafe sudah ada yang nekat buka. Pihaknya menduga kasus ini tidak hanya di Maxi saja. (er/yp)

News Feed