oleh

Microbus Bermuatan 20 Penumpang Tabrak Truk Tronton, 8 Orang Terluka

Situbondo, (afederasi.com) – Sebuah Microbus sarat penumpang terlibat kecelakaan lalu lintas dengan truk tronton di jalan Jalan Raya Hutan Baluran Desa Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, Jumat (26/6/2020). Beruntung tidak ada korban meninggal, dalam kecelakaan di jalan Km 240 arah Surabaya tersebut, hanya saja delapan penumpang Microbus mengalami luka-luka.

Informasi yang dihimpun, kecelakaan diduga karena Microbus dengan nopol D 7360 AS yang dikemudikan Asep Saefuddin (30), mengalami pecah ban belakang sebelah kiri hingga menyebabkan laju kendaraan ini oleng hingga ke kanan. Sial dari arah berlawanan muncul truk tronton dengan nopol P 9462 UX yang dikemudikan Sulihan (67), hingga akhirnya adu moncong kedua kendaraan ini tidak terhindarkan.

“Dugaan sementara kecelakaan dipicu ban Microbus yang pecah, sehingga menyebabkan kendaraan oleh ke kanan. Dari arah berlawanan muncul truk, hingga akhirnya kecelakaan itu tidak bisa dihindarkan karena jarak kedua kendaraan ini sangat dekat,” jelas Kasat Lantas Polres Situbondo, AKP Indah Citra Fitriani, Rabu (26/6/2020) malam.

Masih menurut Indah, meski kedua kendaraan mengalami kerusakan parah beruntung tidak ada korban meninggal dunia.

Baca Juga  Angka Kesembuhan Covid-19 Mencapai 85 Persen

Informasi lain yang dioeroleh, konon Microbus ini juga melebihi kapasitas penumpang, hingga menyebabkan ban meletus. Kendaraan yang hanya memiliki kapasitas 17 penumpang ini, justru dimuat oleh 20 orang penumpang.

sopir Microbus mengalami patah tulang akibat tergencet bodi mobil.

Disebut-sebut, Microbus ini bukan kendaraan pribadi, melainkan adalah travel yang diduga bodong yang mengangkut pekerja tujuan Bali. Parahnya, polisi juga tidak menemukan dokuken kesehatan yang merupakan syarat bepergian ditengah penerapan protokol kesehatan Cobid-19 ini.

“Ada masalah memang gembos terus alami pecah ban. Saya sudah mencoba mengendalikan setir agar tidak masuk jurang, namun di depan ada truk, saya juga bingung kemana arah lari mobil saya akhirnya mencoba menghindar tetapi tidak berhasil,” beber pengemudi Microbus asal Kabupaten Cimahi Jawa Barat ini.

Sementara itu, pengemudi truk mengaku jika dirinya sudah berusaha menghindar hingga ke kiri. Namun, karena laju kendaraan dari arah berlawanan terus memakan jalur kanan, akhirnya tabrakan tidak bisa dihindari.

“Dia kencang jadi saya bingung kemana ini mobil lajunya terus oleng ke kanan, saya mencoba menghindar agar tidak menabrak tapi tabrakan tetap tidak bisa dihindarkan,” ujar pengemudi truk asal Banyuwangi ini.

Baca Juga  Dosen Meninggal Akibat Corona, Unars Lokcdown Selama 14 Hari

Akibat bangkai kedua kendaraan berada di badan jalan, petugas kepolisian akhirnya melakukan rekayasa lalu lintas, untuk menghindari kemacetan panjang. Sementara semua korban menjalani perawatan medis di Puskesmas Banyuputih. (ari/am)

News Feed