oleh

Menengok Inovasi TAR Polres Tulungagung yang Dapat Penghargaan dari Kakorlantas Polri

Tulungagung, (afederasi.com) – Inovasi Traffic Attitude Record (TAR) dari Satlantas Polres Tulungagung meraih penghargaan dari Kepala Korps Lalu Lintas Polri (Kakorlantas Polri), Selasa (6/10/2020). Inovasi ini, dinilai mampu mengawinkan data kepatuhan pengguna jalan dengan proses perpanjangan SIM yang dilakukan oleh pemohon.

Penghargaan diberikan dari Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono, yang diserahkan secara langsung oleh Dirlantas Polda Jawa Timur Kombes Pol Latief Usman kepada Kasatlantas Polres Tulungagung AKP Aristianto Budi Sutrisno.

Kasatlantas Polres Tulungagung AKP Aristanto Budi Sutrisno mengatakan, program ini didesain untuk memaksa masyarakat agar tertib berlalulintas. Teknisnya, setiap pengemudi maupun pengendara kendaraan bermotor (ranmor) akan terekam perilakunya secara otomatis apabila ia melanggar lalulintas, menyebabkan lakalantas, hingga terlibat lakalantas.

“Jadi program ini muaranya untuk menekan jumlah lakalantas sekaligus, meminimalisir fatalitas korban,” jelasnya.

Adapun cara kerjanya lanjut Aris, bagi pengguna jalan yang melanggar administrasi, maka ia akan mendapatkan poin 1. Apabila menyebabkan kemacetan, ia mendapat poin 3. Selanjutnya, jika ia menyebabkan lakalantas maka akan mendapatkan poin 5.

Baca Juga  Kunjungi Mangrove Wonorejo dan Kampung Eks Lokalisasi Dolly, Ini Tanggapan Peserta World Habitat Day

Selanjutnya poin-poin tersebut akan terakumulasi hingga lima tahun. Kemudian, ketika si pelanggar mengurus perpanjangan Surat Ijin Mengemudi (SIM), maka poin tersebut menjadikan pertimbangan petugas apakah SIM bisa diperpanjang atau tidak.

“Jika jumlah poin selama lima tahun terakhir terakumulasi dibawah 12, maka ia masih diperbolehkan memperpanjang SIM,” jelasnya.

Namun jika jumlah poinnya diatas 12, maka ia tidak boleh memperpanjang SIM. Ia harus mengurus seperti halnya pemohon SIM baru.

“Jadi seperti mengurus SIM baru, termasuk ujian tulis dan praktik,” terangnya.

Masih menurut Aris, inovasi ini juga untuk mendukung program pemerintah tentang single identity number. Dimana, inovasi TAR ini terintegrasi dengan program E-Tilang yang sudah berjalan. Menurutnya, semua pelanggar yang kena tilang, secara otomatis datanya juga sudah masuk ke sistem TAR yang juga disinkronisasi dengan data di SKCK.

“Untuk pengecekan, setiap anggota nanti kita bekali aplikasi di ponsel android. Kemudian tinggal memasukkan NIK atau nomor ranmor, lalu sudah muncul riwayatnya,” jelasnya.

Jadi lanjut Aris, petugas langsung bisa mengetahui seseorang atau ranmor pernah melanggar apa, dimana, dan kapan saja. Jika riwayat pelanggarannya tercatat banyak, otomatis akan menjadi pertimbangan hakim untuk memutus perkaranya.

Baca Juga  Tak Terima Dituntut 9 Tahun Penjara, PH Ajukan Uji Materiil

“Ya kalau jumlah pelanggarannya banyak, berarti yang bersangkuatan ini memiliki perilaku berkendara yang kurang baik,” imbuhnya.

Aris menambahkan, setelah dilaunching pada 22 September yang lalu, pihaknya mencatat sudah ada 4 pemohon SIM yang harus mendapatkan peringatan karena memiliki catatan perilaku di jalan raya yang kurang baik.

Aris menyebut, ada 2 pemohon perpanjangan SIM yang mendapatkan poin 5 dan 2 orang lainnya yang memiliki poin 1.

Sementara itu Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia mengatakan, pihaknya berharap penghargaan ini bisa meningkatkan kinerja anggotanya. Harapannya, mereka terus berinovasi, menjalankan tugasnya untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

“Semoga prestasi ini bisa dipertahankan dan terus dikembangkan serta dijadikan pemicu untuk anggota lainnya,” tukasnya. (yp)

News Feed