oleh

Mega Bagi Pengalaman Dikarantina Covid-19, Istri-anak Tinggal di Rumah Kos

Surabaya, (afederasi.com) –  Ratusan orang di Surabaya dikarantina karena dinyatakan positif terkonfirmasi corona. Salah satunya adalah Mega Arista (31) warga Jalan Lidah Kulon RT 06/RW 03, Kelurahan Lidah Kulon, Kecamatan Lakarsantri Surabaya. Begini pengamanan dikarantina di hotel Asrama Haji Surabaya selama 14 hari.

Mega dinyatakan positif Covid-19 pasca melakukan pemeriksaan swab pada (31/05/2020). Mega yang tengah tinggal bersama istri dan dua anaknya menerima informasi dari puskesmas jika positif. Tidak menunggu lama, tim dari puskesmas melakukan tracing dan meminta persetujuan langsung kepada RT/RW untuk membawa Mega ke tempat isolasi.

“RW dan RT setempat meminta untuk isolasi diri di rumah. Akan tetapi saya menolak dan minta dikarantina demi keselamatan bersama,” ungkap Mega, saat dihubungi reporter afederasi.com via ponsel, Rabu (24/6/2020).

Selama ditempat isolasi, Mega tinggal di sebuah kamar dengan fasilitas tempat tidur yang berjarak sekitar dua meter, ventilator serta  beberapa petugas khusus yang berjaga. Selama perawatan, ia mengaku mendapat dukungan yang membanjiri whatsApp-nya.

Baca Juga  Pasien Positif Covid-19 Bertambah Lima Orang, Semua Dalam Kondisi Sehat

“Pihak petugasnya pun sangat ramah dan profesional. Keseharian kami diisi dengan hal-hal yang menyenangkan di Asrama Haji, seperti senam bersama setiap hari yang dilakukan pukul 07.00 WIB sampai 08.00 WIB. Kami juga diajak berjemur dibawah sinar matahari jam 09.00 WIB dan 15.00 WIB agar daya tahan tubuh kami meningkat,” ujarnya.

Setelah melewati masa karantina, pada tanggal 5 Juni 2020 pukul 11.00 WIB Mega diizinkan untuk pulang ke rumah. Setibanya dirumah, ia terkejut lantaran ketua RT/RW, staf Linmas Kelurahan serta beberapa perwakilan warga menyambut kedatangannya.

“Jujur saya langsung kaget, terharu dan tentunya senang, saat semua orang tersenyum pada saya meskipun jarak tetap dijaga,” urai Mega.

Selama dirawat ditempat isolasi, istri dan anak-anak Mega tinggal di kos milik orang tuanya. Sehingga, Mega harus berada di rumah sendiri selama sepekan. Saat itu pula ia bantuan dari para tetangga terus mengalir, seperti permakanan, vitamin bahkan susu untuk anaknya.

Pria yang bekerja sebagai satuan petugas (satgas) di Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) Surabaya ini mengakui, selama sepekan tersebut ia juga dikunjungi oleh RT/RW dan para tetangga dari luar pagar. Tidak hanya itu, ia juga diingatkan setiap pagi untuk olahraga.

Baca Juga  Kembali Tiga Pasien Covid-19 dilaporkan Sembuh, Kini Tinggal Satu Pasien yang Jalani Perawatan

“Saya olahraga di dalam rumah karena pagar saya digembok jadi tidak bisa keluar. Tapi saya bersyukur vitamin dari puskesmas, makanan, jajan dari tetangga juga tidak pernah terlambat. Itu yang membuat saya lekas sembuh dan Swab negatif,” kata Mega.

Selain dirinya, istri dan anaknya pun juga dites swab untuk memastikan kondisi kesehatan mereka. Bahkan orang tua dan dari Mega dan mertua yang tidak tinggal serumah namun pernah berinteraksi selama dua minggu terakhir pun juga ikut dites swab.

“Saya sangat bersyukur atas hasil negatif test swab mereka,” paparnya.

Kendati demikian, meskipun dirinya tidak pernah merasakan gejala apapun atau berstatus sebagai Orang Tanpa Gejala (OTG), namun untuk memastikan hal tersebut ia harus menjalani test swab selama dua kali. Tes pertama yakni pada hari Sabtu (6/6/2020) hasilnya negatif, dan tes swab berikutnya pada hari Kamis (11/6/2020) di Gelora Pancasila dengan hasil non-positif Covid-19

“Lalu anak dan istri saya kembali pulang setelah tinggal di kos orangtua. Sekarang kami akhirnya berkumpul di rumah,” lanjutnya.

Baca Juga  Bertambah Lagi Lima Pasien Sembuh, Angka Kesembuhan Pasien Covid-19 di Kota Marmer Capai 50 Persen

Saat disinggung soal cara mempercepat pemulihan, ia berkata supaya pasien positif Covid-19 agar tidak stres dan takut. Ia menambahkan justru mereka harus semangat dan tetap berpikiran positif karena dalam melawan penyakit, imun juga bisa ikut terbangun dari mental yang kuat dan positif.

“Intinya kita harus tetap bahagia dan berpikir positif. Jangan tambah stres karena hal itu hanya akan memperburuk imun kita,” pungkas Mega. (dwd/am)

News Feed