oleh

Mayat Tukani Ditemukan di Sungai Brantas Kediri

Tulungagung, (afederasi.com) – Akhirnya mayat Tukani (46) yang  tenggelam sungai Brantas di Desa Boro Kecamatan Kedungwaru Tulungagung berhasil ditemukan. Korban ditemukan di belakang Kelenteng Tjoe Hwie Kiong Jln. Yos Sudarso No. 148, Pakelan, Kecamatan Kota Kediri, Jum’at (20/11/2020)

Komandan Tim Opsar Sungai Brantas, Eko Aprianto mengatakan, kronologis penemuan mayat korban tersebut, awalnya informasi ditemukannya mayat korban sekitar jam 08.00 WIB. Ada sesosok mayat yang hanyut di tengah sungai Brantas di wilayah Kediri. Mendapat info tersebut, pihaknya langsung menindaklanjuti temuan mayat dengan mengirimkan tim.

“Temuan mayat yang hanyut tersebut kita cegat di wilayah dermaga tepatnya di jembatan Brawijaya Kediri,” jelasnya pada afederasi.com Jumat (20/11/2020).

Eko menegaskan, hasil dari laporan, pihaknya baru bisa mengevakuasi temuan mayat hanyut tersebut tepat dibelakang kelenteng. Karena sulitnya akses evakuasi menggunakan ambulans. Pihaknya terpaksa memindahkan mayat tersebut menggunakan perahu karet ke Jembatan Brawijaya Baru.

“Baru bisa dipinggirkan itu tepat dibelakang kelenteng, namun karena akses evakuasi ambulan sulit terpaksa kita pindahkan temuan mayat tersebut menggunakan perahu karet ke Jembatan Brawijaya Baru,” tuturnya.

Baca Juga  Antri di Pabrik Gula RMI, Sopir Tewas Sesak Nafas

Lanjut Eko, dari Tempat Kejadian Perkara sampai tempat ditemukannya korban berjarak sekitar 25 Km. Dengan perwakilan keluarga korban yang menyusul ke bayangkara untuk mengecek temuan mayat tersebut, pihak keluarga membenarkan ciri fisik pada mayat yang ditemukan tersebut mempunyai tingkat kemiripan mencapai 99 persen. Dengan demikian, pihaknya memberhentikan proses pencarian korban hanyut di sungai Brantas tersebut dengan keberhasilan.

“Setelah ditemukan dan pihak keluar membenarkan kecocokan ciri fisik pada temuan mayat tersebut, otomatis proses pencarian kita hentikan dengan keberhasilan,” ujarnya.

Eko menghimbau, kepada Kepala Desa atau instansi terkait untuk menghimbau warganya, agar menghindari beraktivitas di sungai ketika cuaca seperti ini serta lebih berhati-hati jika terpaksa harus beraktivitas di sungai Brantas.

“Hindarilah untuk beraktivitas di sekitar sungai, kalau toh memang terpaksa untuk beraktivitas disekitar sungai dimohon untuk lebih berhati-hati,” pungkasnya. (ziz/am)

News Feed