oleh

Masih Delapan Bulan, Stok Pupuk Za sudah Kosong dipasaran

Tulungagung, (afederasi.com) – Permasalahan terkait ketersediaan pupuk selalu dihadapi petani Kabupaten Tulungagung di setiap tahunnya. Seperti halnya ketersediaan pupuk Za yang kini telah mengalami kekosongan sejak Agustus.

Kondisi ini membuat petani mulai kebingungan untuk memenuhi kebutuhan pupuk. Terlebih ketika menjelang musim tanam tiga di oktober maret (okmar), kebutuhan pupuk jenis Za cukup tinggi.

Kasi Pupuk Pestisida dan Alat Mesin Pertanian (Alsintan) Dinas Pertanian (Dispertan) Tulungagung Triwidyono Agus Basuki menyatakan penyerapan pupuk subsidi di Kabupaten Tulungagung hingga akhir Agustus telah mencapai lebih dari 80 persen. Bahkan untuk pupuk jenis Za sudah mencapai 100 persen penyerapannya sejak akhir Agustus lalu, dan kini mengalami kekosongan.

“Jenis pupuk subsidi mulai dari urea, phonska, Sp36, organik rata rata penebusan sudah capai 80 persen. Namun, untuk pupuk jenis Za sudah mencapai 100 persen, sehingga saat ini memang sudah tidak ada stok untuk jenis Za,” jelasnya.

Lebih lanjut Oky sapaan Triwidyono Agus Basuki menjelaskan berdasarkan e-RDKK 2020, kuota pupuk subsidi jenis Za sebesar 13.674 ton. Namun dari jumlah tersebut, alokasi dari pemerintah hanya sebesar 6.065 ton atau hanya 44 persen. Dengan jumlah tersebut hanya mampu mencukupi hingga akhir Agustus.

Baca Juga  Khofifah Percepat Tanam Padi di Musim Kemarau, Antisipasi Terjadinya Krisis Pangan dampak Covid-19

Sementara untuk kebutuhan pupuk bulan September hingga Desember terpaksa harus menunggu realokasi pada Oktober mendatang. “Kami harap petani sedikit bersabar, karena kami masih menunggu realokasi dari provinsi, kemungkinan bulan Oktober nanti akan ada realokasi,” jelasnya.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Dispertan Tulungagung untuk ketersediaan  pupuk subsidi jenis lain seperti urea, dari alokasi sebanyak 23.064 ton sudah tersalurkan 18.650 ton, atau sudah tersalur 80,87 persen. Untuk jenis Sp36 dari alokasi 1.769 ton sudah tersalurkan 1.554 ton atau sudah tersalurkan 87,85 persen.

Untuk jenis phonska dari alokasi 17.644 ton sudah tersalurkan 15.054 ton atau sudah tersalurkan 85,32 persen. Dan untuk pupuk subsidi jenis organik dari alokasi 6.515 ton sudah tersalurkan 5.793 ton atau sudah tersalurkan 88,92 persen.

Oky mengimbau agar petani sedikit bersabar untuk menanti realokasi pupuk. Ia tak menampik jika kebutuhan pupuk subsidi jenis Za saat ini sedang tinggi. Terlebih akan memasuki musim tanam okmar. Disatu sisi, cuaca panas seperti saat ini, petani cenderung memilih pupuk jenis Za untuk merawat tanamannya.

Baca Juga  Petani Jagung Keluhkan Serangan Ulat Tentara

Namun demikian, ia kembali mengingatkan, jika sesuai dengan surat keputusan (SK) Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian nomor 498/SR.320/08/2020 mengenai pupuk subsidi, bahwa penebusan pupuk subsidi harus menggunakan kartu tani.

Sementara ketersediaan kartu tani di Tulungagung belum 100 persen terpenuhi. Sehingga petani juga belum bisa melakukan penebusan pupuk jika tidak memiiki kartu tani.

“Kami memang sedang mengupayakan 2 PR besar ini, yakni menyelesaikan permasalahan kartu tani dan menunggu realokasi pupuk agar mendapat tambahan lagi,” pungkasnya. (dn)

News Feed