oleh

Marak Calo SIM di Medsos, Ini Penjelasan Kasatlantas

Surabaya, (afederasi.com) – Satuan Lalulintas Polrestabes Surabaya tengah menjadi sorotan publik. Pasalnya, beberapa hari terakhir ini di media sosial (medsos) facebook tengah viral jasa pembuatan Surat Ijin Mengemudi (SIM) melalui calo.

Bahkan calo juga menjanjikan akan memberikan kemudahan dalam proses pengurusan hingga pembuatannya. Tak tanggung-tanggung, untuk SIM C baru dipatok seharga Rp 850 ribu.

Terduga calo tersebut menggunakan akun berinisial R untuk menulis status di beberapa grup facebook. Modusnya, si calo ini menjanjikan bisa membantu membuatkan SIM baru hanya dengan mengirim foto copy KTP dan foto berwarna setengah badan.

Di dalam postingannya, si calo sempat menulis ‘Moggo mgkin ad yang btuh guys, menerima pembuatan sim baru, A, C, B1, B2 umum, DLL dijamin amanah dan syarat tanpa ribet, begitula stay at home, (Tinggal tggu drmah sja) data ckup dikirim Iwat WA sja, alias gk usah ikut ke samsat.’

Artinya, mari mungkin ada yang membutuhkan pembuatan sim baru A, B, B1, B2, umum, dan sebagainya. Dijamin amanah dan syarat tanpa ribet. Tinggal ditunggu di rumah saja, alias tidak usah ikut ke kantor Samsat.

Baca Juga  Berkat Rekaman CCTV, Komplotan Jabrik Dibekuk Polisi

Bahkan, sebelum mengerjakan pesanan, akun R ini lebih dulu memberikan nomor telephone untuk info lebih lanjut atau sekedar berbagai informasi melalui nomer 081933****. Si calo juga mengungkapkan hanya menerima pembuatan baru saja se Indonesia.

Ketika afederasi.com mencoba memesan SIM melalui nomer tersebut, si Calo pun langsung meresponnya dengan menjawab chatt melalui WhatsApp.

“Untuk SIM C harga 850 ribu dijamin jadi hanya kirim KTP dan Foto saja, pembayaran dirumah saja biar aman,” tulisnya di pesan whats app.

Setelah kesepakatan harga terpenuhi, terduga pembuat SIM instans ini akhirnya memberi alamat rumahnya melalui aplikasi share lokasi.

Menanggapi hal tersebut, Kasat Lantas Polrestabes Surabaya AKBP Teddy Chandra mengatakan, dalam pembuatan maupun perpanjangan setiap pemohon SIM harus hadir guna mengikuti ujian teori dan juga mengisi data.

“Pemohon harus datang sendiri dan tidak ada sistim seperti itu (pesan melalui calo-red),” sebut Teddy Minggu (23/8/2020).

Teddy menambahkan, saat ini sistem pembuatan SIM juga sudah berbeda dengan jaman dulu. Bahkan pihaknya menduga SIM yang dijanjikan oleh penulis di akun berinisial R itu adalah palsu.

Baca Juga  Konsumsi Sabu untuk Stamina, Seorang Kuli Angkut Diciduk Polisi

“Diduga SIM nya itu palsu, apalagi dia hanya melayani pembuatan baru, jika terbukti, itu adalah perbuatan kriminal dan akan kita tindak lanjuti,” tegasnya. (al/yp)

News Feed