oleh

Mantan Bupati Bangkalan Fuad Amin Meninggal Dunia

Jenazah RA Fuad saat di rumah sakit dr Soetomo Surabaya

Surabaya, (Afederasi.com) – Mantan Bupati Bangkalan yang juga Warga Binaan Lapas Kelas I Surabaya, Fuad Amin Imron dipastikan meninggal dunia sore ini (16/9) pukul 16.12 WIB. Sebelumnya, Fuad Amin sudah bolak-balik berobat atau rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah dr Soetomo.

Rilis yang dikeluarkan Kepala Divisi Pemasyarakatan kementrian Hukum dan Ham Pargiyono menerangkan, Fuad Amin menjadi warga binaan Lapas Surabaya di Porong sejak tanggal (30/11/2018) lalu. Dia masuk ke Lapas Porong dengan dengan pidana 13 tahun. Menurut hitungan, Fuad Amin baru bisa bebas pada 09/01/2028.

Selama sekitar 10 bulan di lapas Porong, Fuad Amin berobat atau rawat inap ke rumah sakit selama tujuh kali. Dengan rincian, lima kali di RSUD Sidoarjo (tgl 24/1/2019, 27/6/2019, 8/8/2019, 2/9/2019 dan 7/9/2019). Dan dua kali di RSUD dr Soetomo Surabaya pada tanggal  (3/4/2019) dan terakhir pada 14/9/2019).

Pada rujukan terakhir ke RSUD Sidoarjo, (7/9/2019) dia di opname di Ruang Anggrek GDH lantai III. Dengan diagnosa PPOK+ HT+ PJK+ vertigo+ BPH (Jantung, Paru-paru dan Urologi). “Karena pertimbangan medis, pada tanggal 14 September 2019 WBP dirujuk oleh RSUD Sidoarjo ke RSUD dr Soetomo,” ujar Kadivpas Pargiyono.

Baca Juga  Dikonfirmasi Terkait Kegiatan KPK, Ketua DPRD Tulungagung Marsono Pilih Menghindari Awak Media

Setelah tiga hari dirawat di rumah sakit milik Pemprov Jatim itu, siang sekitar pukul 14.00, Kalapas mendapat informasi dari petugas lapas yang berjaga di RSUD dr Soetomo, Fajar Kurniawan, bahwa Fuad Amin dalam kondisi kritis. “Menurut keterangan petugas kami di RS, Pukul 15.08 WBP mendadak henti jantung (cardiac arrest),” terang Pargiyono.

Tim dokter lalu melakukan tindakan kompresi jantung untuk menstabilkan kondisi. Pukul 16.00 sore ini, tindakan berhasil dan jantung kembali normal. Namun, lima menit berselang,  terjadi henti jantung lagi dan dilakukan tindakan kompresi jantung. ”Pukul 16.12 Wib dinyatakan meninggal oleh dokter,” urainya.

Pargiyono menegaskan bahwa pihak Lapas telah melakukan tindakan sesuai dengan prosedur yang ada. Dia pun menyampaikan bela sungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan. “Kami akan melakukan pengawalan hingga jenazah diserahterimakan kepada pihak keluarga,” terangnya. Hingga pers rilis ini dibuat, pihak Lapas sedang melakukan proses administrasi dan serah terima jenazah kepada keluarga. (al/am)

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

News Feed