oleh

Main Ke Rumah Janda, Ini Yang Dilakukan Kuli Bangunan

Tersangka saat hendak dititipkan ke ruang tahanan Polres Tulungagung, Jawa Timur (istimewa)

Tulungagung, (Afederasi.com) – Perbuatan WY (44) warga Desa Patikreco, Kecamatan Kauman, Kabupaten Tulungagung tidak patut untuk ditiru. Pasalnya, ketika dirinya mengantar Bendung (teman WY-red) ke rumah Karsiyah (47) seorang janda warga Desa Bungur, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Tulungagung pada Agustus lalu, dengan tujuan menggadaikan mobil.

Rupanya WY melakukan aksi pencurian sebuah handpone milik Retno Runtikowati (26) anak dari Karsiyah, yang tergeletak di kursi teras rumah korban. Kini, bapak tiga anak tersebut harus mendekam dibalik jeruji besi guna mempertanggung jawabkan perbuatannya.

“Tersangka berhasil diamankan pada Senin (16/09/2019) sekitar pukul 12.00 WIB di pinggir jalan umum masuk Desa Patikreco,” tegas Kapolsek Karangrejo, Iptu Sugeng ketika dikonfirmasi Afederasi.com, Selasa (17/09/2019).

Sugeng menjelaskan, kasus pencurian tersebut sejatinya terjadi pada 13 Agustus yang lalu. Ketika itu, WY sedang bertamu ke rumah korban untuk menemui orang tua korban. “Ketika itu tersangka mengantarkan temannya, yaitu Bendung untuk menggadaikan sebuah mobil,” katanya.

Baca Juga  Dua Pelaku Curanmor Dibekuk, Satu Pelaku Pecatan Polisi

Namun, ketika pemilik rumah lengah lanjut Sugeng, WY memanfaatkan hal tersebut untuk mengambil sebuah hp merk Oppo tipe F5 yang saat itu diletakkan di atas kursi depan teras rumah.

“Setelah ponsel diambil, tersangka langsung ijin pulang,” terangnya.

Sugeng melanjutkan, korban baru menyadari jika hpnya hilang ketika korban hendak menelepon. Namun saat itu, korban belum ada rencana untuk melaporkan kejadian tersebut ke polisi. Walaupun, korban mencurigai jika tersangkalah yang mencuri hp nya.

“Karena saat itu tidak ada orang yang datang ke rumah selain tersangka,” jelasnya.

Masih menurut Sugeng, atas masukan pihak keluarga dan tetangganya, akhirnya korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Karangrejo pada Senin (16/09/2019) pagi atau 33 hari setelah kejadian. Alasannya, mereka kawatir jika tersangka bakal mengulangi perbuatannya lagi.

“Korban memutuskan melapor ke pihak kepolisian, selain untuk membuat tersangka jera dan juga tidak mengulangi perbuatannya lagi,” imbuhnya.

Berbekal informasi tersebut petugas lantas melakukan penyelidikan. Hasilnya, sekitar pukul 12.00 WIB, tersangka berhasil di tangkap di jalan umum masuk Desa Patikreco. Meski sempat mengelak, namun akhirnya tersangka mengakui perbuatannya.

Baca Juga  MC Kondang di Kota Marmer Ditangkap Polisi, Rupanya Terkait Kasus Curanmor

Kepada petugas, tersangka mengaku awalnya tidak ada memiliki niat untuk mencuri. Namun, karena ada kesempatan untuk mengambil hp yang berada di kursi teras rumah, niat ingin menguasainya langsung spontan muncul.

Kemudian hp tersebut ia jual kepada anak-anak seharga Rp 400 ribu tiga minggu setelahnya. Adapun uang hasil penjualan ia habiskan untuk membeli rokok dan makanan.

“Ia memilih menjual ke anak-anak agar tidak dicurigai. Karena hp tidak ada ces dan kardusnya,” kata Sugeng.

Sugeng menambahkan, saat ini kasus tersebut masih ditangani Unit Reskrim. Selagi melengkapi berkas-berkas perkara untuk dilimpahkan ke kejasaan, tersangka dititipkan di tahanan Polres Tulungagung.

“Atas perbuatannya, tersangka bakal dijerat dengan pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara,” pungkasnya. (ra/an)

vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

News Feed