oleh

Lima Warga Ngantru Diciduk Polisi, Ini Sebabnya

Tulungagung, (afederasi.com) – Sebanyak lima warga dari Kecamatan Ngantru diciduk polisi pada Senin (24/8/2020) dini hari. Pasalnya, kelimanya diduga memiliki dan menyimpan narkotika golongan satu jenis sabu.

Mereka adalah, IK (19) alias Mbatot warga Desa Kepuhrejo, BY (21) dan AC (29) warga Desa Srikaton, MA (20) alias Kampret, serta BB (29) alias Abas warga Desa Padangan.

Dari para tersangka, petugas menyita barang bukti berupa empat poket sabu dengan berat total 1,15 gram.

“Saat ini kelimanya sudah diamankan di Mapolres Tulungagung,” tegas Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia melalui Paur Humas Iptu Nenni Sasongko kepada afederasi.com Selasa (25/8/2020) pagi.

Nenni mengungkapkan, meski satu jaringan namun kelimanya ditangkap ditempat berbeda. IK dan BY diamankan terlebih dahulu pada pukul 00.30 WIB di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) masuk Desa Padangan.

“Jadi awalnya petugas mendapat informasi, jika di daerah Desa Padangan ada transaksi sabu. Selanjutnya dilakukanlah penyelidikan,” katanya.

Setelah berhasil menangkap dua pemuda tersebut lanjut Nenni, petugas langsung melakukan pengembangan. Hasilnya, pada pukul 01.00 WIB AC berhasil diamankan juga di SPBU masuk Desa Padangan.

Baca Juga  Hari Terakhir Cuti Bersama, Pantai Gemah Diserbu Wisatawan

“Lima belas menit berselang giliran MA yang diciduk petugas di rumahnya,” jelasnya.

Tak berhenti disitu, petugas terus berupaya untuk mengembangkan kasus tersebut. Hasilnya, pada pukul 02.30 WIB petugas berhasil menciduk BB di Desa Srikaton.

Nenni melanjutkan, kelima tersangka ini mendapatkan sabu-sabu dari seseorang yang berinisial M warga Kecamatan Kalidawir. Dimana setiap setengah gram sabu dibeli seharga Rp 600 ribu. Kemudian, sabu dipecah lagi dan dijual seharga Rp 200 ribu per poket.

“Kelimanya juga mengaku baru tiga bulan ini menekuni bisnis ini,” imbuhnya.

Selain mengedarkan, para tersangka ini juga mengkonsumsi sabu. Alasannya, untuk menambah stamina agar kuat bekerja.

Nenni menambahkan, saat ini kasus tersebut masih dalam proses penyidikan. Petugas juga terus berupaya untuk mengungkap jaringan kelimanya. (yp)

News Feed