oleh

Libur Panjang, Polisi Aktifkan Tiga Titik Cek Poin

Tulungagung, (afederasi.com) – Kepolisian Resor (Polres) Tulungagung kembali mengaktifkan tiga titik cek poin di Kecamatan Rejotangan, Kecamatan Ngantru, dan Kecamatan Kauman. Hal ini untuk mencegah penyebaran Covid-19 saat menghadapi libur panjang.

“Mulai hari ini tiga titik cek poin akan diaktifkan kembali,” tegas Kasatlantas Polres Tulungagung AKP Aristianto Budi Sutrisno kepada afederasi.com, Selasa (27/10/2020).

Aris melanjutkan, pengaktifan tiga cek poin tersebut untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 saat libur panjang. Diperkirakan, nanti akan banyak pengendara dari luar kota yang masuk ke Tulungagung, baik untuk berwisata atau sekedar bersilaturahmi.

“Teknisnya setiap ada kendaraan yang berplat nomor luar kota akan kita hentikan. Kita cek suhu tubuh dan kesehatannya,” katanya.

Aris melanjutkan, pemantaun di cek poin nanti tidak hanya dilakukan dari unsur Polri. Melainkan juga melibatkan unsur TNI, Pemkab, berikut Satpol PP, Dishub dan Dinkes.

Aris menambahkan, karena saat ini dalam situasi Operasi Zebra Semeru 2020, apabila ditemukan pelanggar kelengkapan berkendara tentu akan langsung ditindak. Demikian halnya jika ditemukan pengendara yang tidak mematuhi protokol kesehatan.

Baca Juga  Kejaksaan Negeri Bidik Dugaan Korupsi PDAM Tulungagung

Sementara itu, Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia mengatakan, pihaknya juga sudah menginstruksikan anggota Polsek Jajaran untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi daerah yang berada disekitar wisata, bencana, dan rawan kepadatan kendaraan.

“Kita akan tetap menjaga kondusifitas selama liburan ini, termasuk menekan penyebaran Covid-19,” ungkapnya.

Perwira dua melati dipundak ini, juga menekankan kepada seluruh anggota supaya selalu mengetahui situasi dan informasi terkait daerah yang ditugaskan. Yang dapat berpengaruh terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat.

Menyinggung soal patroli rutin pihaknya mengaku sudah menginstruksikan untuk melibatkan komponen masyarakat dalam pelaksanaannya. Sehingga dapat bersinergi dalam berbagai bentuk hal atau gangguan yang tidak diinginkan dimasing-masing sektor.

“Dengan melibatkan banyak unsur masyarakat didalam upaya pencegahan, masyarakat akan semakin merasa aman dan nyaman sehingga dapat mendorong semangat aktifitas dalam mendorong kesejahteraan,” pungkasnya. (is/yp)

News Feed