oleh

Lelaki Paruh Baya Mendadak Meninggal di Tepi Jalan

Banyuwangi, (afederasi.com) – Warga Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, digegerkan adanya lelaki paruh baya mendadak meninggal di pinggir jalan Wahid Hasyim, pada Jum’at (20/11/2020) sekitar pukul 11.30 WIB.

Diidentifikasi korban adalah Mahroji (65) warga Dusun Melik, Desa Parijatah Kulon, Kecamatan Srono.

Sahrin warga setempat mengatakan sebelumnya korban sedang duduk santai di tepi jalan. Korban yang baru selesai makan ayam geprek di lapak milik Sahrin itu, tiba-tiba tersungkur dan tidak bernapas.

“Korban sebelumnya memang mengeluhkan sakit kepala atau pusing,” ujar Sahrin (48), Jumat (20/11/2020).

Menurut Sahrin, korban sekitar pukul 09.00 WIB itu sudah datang di lokasi lapaknya. Korban saat itu, mondar-mandir menunggu dirinya datang berjualan.

“Korban datang naik becak dari Terminal Genteng,” katanya.

Menurut Sahrin, jika korban memang masih saudaranya. Sehingga, hampir sering korban setiap pulang dari Jember menjenguk anaknya langsung mampir.

“Saat saya baru buka lapak, korban meminta dibuatkan makan,” terangnya.

Usai menghabiskan makannya, masih kata dia, korban duduk di trotoar. Korban juga mengeluh kalau dirinya pusing.

Baca Juga  Satpol PP Banyuwangi Bersihkan Banner Iklan Rokok, Ini Alasannya

“Usai mengeluh sakit itu, langsung muntah dan korban tiba-tiba tersungkur jatuh,” paparnya.

Warga sekitar langsung membantu korban untuk diangkat. Namun, korban saat di cek ternyata sudah tidak bernapas.

“Korban langsung dievakuasi oleh aparat Kepolisian Polsek Genteng dan dibawa ke RSUD Genteng,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolsek Genteng, Kompol Syamsudin melalui Kanitreskrim Iptu Fendi Susanto mengatakan, korban sudah dievakuasi ke RSUD Genteng untuk dilakukan pemeriksaan.

“Korban kondisinya sudah meninggal, tapi untuk mengetahui penyebabnya kami masih lakukan identifikasi,” katanya.

Dari hasil pemeriksaan luar, jelas dia, memang tidak ada tanda-tanda kekerasan. Korban diduga hanya mengalami kecapekaan.

“Dugaan awal memang sakit, tetapi untuk mengetahui hasilnya kebenarannya masih menunggu pemeriksaan dari pihak rumah sakit,” tuturnya.

Fendi menambahkan, pihaknya juga masih menunggu pihak keluarga korban untuk menjemput jenazah korban.

“Keluarga sudah kami hubungi, pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi. Mereka meminta korban untuk segera dibawa pulang, karena hendak dimakamkan,” pungkasnya. (ron/dn)

News Feed