oleh

Kunjungi HNSI, Ini yang Disampaikan GTPP Covid-19

Lamongan, (afederasi.com) – Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 mengunjungi komunitas nelayan yang tergabung pada Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) pada Minggu (7/6/2020). Kegiatan yang diisi dengan tanya jawab ini dihadiri oleh Sekretaris GTTP Covid-19 Yuhronur Efendi.

Kepada para nelayan, Yuhronur menjelaskan asal dan perkembangan penyebaran Covid-19 di Lamongan. Menurutnya, temuan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 pertama berawal dari klaster haji. Selanjutnya muncul klaster lainnya yakni klaster nelayan dan klaster warga yang bekerja di luar kota.

“Sejauh ini ada 128 orang yang dinyatakan positif, dan jumlah pasien terbanyak dari klaster nelayan. Kemudian dari klaster pelatihan haji ada 26 orang,” katanya.

Namun demikan lanjut Yuhronur, hingga kini tim GTTP Covid-19 tingkat desa hingga kabupaten sudah melakukan upaya maksimal. Salah satunya dengan melakukan pengawasan dan memberikan batasan terhadap warga yang dicurigai terindikasi Covid-19.

“Kita sudah lakukan tracing kepada 11 ribu orang yang dicurigai pernah melakukan hubungan kontak atau terindikasi Covid-19,” terangnya.

Hasilnya, sebanyak 100 orang dinyatakan positif. Dimana 28 orang diantaranya merupakan warga yang tinggal di luar kota, namun mereka adalah penduduk asli Lamongan. Kabar baiknya, tercatat 48 orang sudah dinyatakan sembuh, 18 orang meninggal dunia, serta sisanya masih menjalanni karantina dan perawatan dari tim kesehatan.

Baca Juga  Banyak Warga Belum Pakai, Kodim 0812 Bagikan Masker

Dalam kesempatan tersebut Yuhronur kembali mengajak masyarakat untuk membantu pemerintah dalam memutus penyebaran Covid-19. Seperti rajin cuci tangan, menggunakan masker dan menerapkan pysical distancing.

“Ini juga sebagai langkah awal menuju budaya hidup baru atau yang akrab disebut new normal,” pungkasnya.

Sementara itu wakil ketua HNSI Kabupaten Lamongan Imamur Rosyidin mengatakan, kehadiran salah satu anggota GTPP Covid-19 ini dinilai sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat.

“Kami juga akan terus berkoordinasi dengan pemerintah hingga wabah ini dinyatakan bersih dari Kabupaten Lamongan, tukasnya. (ra/yp).

News Feed