oleh

Kuasa Hukum BSN Buka Suara, Kliennya Juga Korban Penipuan dan Penggelapan

Nganjuk, (afederasi.com) – Dugan kasus penipuan dan penggelapan modal investasi tambang galian C yang dilakukan oleh BSN dan telah dilaporkan ke Mapolres Nganjuk oleh Muzaki Muhaimin Azah (40) melalui Kuasa Hukumnya Ristika Wahyu Prasetyo SH, pada Sabtu (21/11/2020) lalu, kini kasusnya mulai terurai.

Pasalnya terlapor (pengusaha asal Malang) melalui kuasa hukumnya, Purwoko, SH bersama Hariono, SH, MH, MKn melakukan klarifikasi kepada awak media terkait laporan tersebut di Polres Nganjuk mengatakan, bahwa, apa yang disangkakan pihak pelapor ke kliennya kurang mendasar.

“Sesungguhnya, bukan hanya pelapor yang menjadi korban, tapi pihak terlapor juga sebagai korban. Karena rencana untuk membuka bisnis tambang galian C dengan luas sekitar 150 hektar di wilayah Tarokan Kabupaten Kediri, bukan hanya kliennya, tapi masih ada NV dan SPD. Sedangkan uang pelapor sebesar Rp350 juta sudah masuk (ditransfer-red) ke rekening SPD,” kata Gus Baha sapaan akrab pengacara nyentrik Purwoko, SH.

Masih lanjut Gus Baha, untuk pra pendirian perusahaan baru pada tahun 2018, tahapan-tahapannya sudah dilakukan mulai mendaftarkan nama perusahaan ke Notaris yang beralamat di Tepus Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri sampai MoU kerjasama operasi KSO.

Baca Juga  3 Pegawai Dindik Nganjuk Positif Covid-19, Satgas Tak Berlakukan Lock Down

Dan disini, permulaan kasus itu terjadi, SPD selaku penerima modal investasi, dari pihak pelapor dan terlapor tidak kunjung datang untuk penandatanganan berkas pendirian calon perusahaan baru. Entah alasan apa yang membuat SPD yang juga Kepala Desa Tarokan Kabupaten Kediri, yang hingga kini tidak mau menandatangani berkas tersebut.

“Dari sana sudah dapat disimpulkan kalau kliennya bagian dari korban, sebab SPD selaku pemilik PT TMKI yang berencana untuk melakukan kerjasama operasi KSO dengan calon perusahaan barunya malah melakukan dengan pihak lain. Sedangkan kegagalan kerjasama tersebut tidak dibarengi dengan pengembalian modal investasi ke pihak BSN,” tandas Gus Baha,  Selasa (24/11/2020).

Kasatreskrim Polres Nganjuk Iptu Nikolas Bagas Yudhi Kurniawan, disamping membenarkan adanya laporan kasus tersebut juga mengatakan, dalam waktu dekat akan melakukan pemeriksaan saksi-saksi. Agar benang yang kusut segera terurai.

“Untuk sementara kami akan melakukan pemeriksaan kepada empat saksi dan doakan dalam waktu dekat kami sudah bisa menemukan titik terang dari kasus tersebut dan bisa menentukan pihak-pihak yang terlibat. Untuk penentuan tersangka secepatnya akan kami umumkan secara terbuka,” pungkasnya. (ind/dn)

Baca Juga  Dua Bendahara KPRI Rukun Makmur, Dilaporkan ke Polres Nganjuk

News Feed