oleh

Komplotan Maling Satroni Rumah Dokter Dan Perawat

Petugas dari Unit Reskrim Polsek Tulungagung Kota dan Inafis Polres Tulungagung saat melakukan olah TKP

Tulungagung, (Afederasi.com) – Komplotan pencuri mulai beraksi di wilayah hukum Polres Tulungagung, Jawa Timur pada Kamis (05/09/2019) siang. Komplotan tersebut beraksi di dua rumah yang berlokasi di perumahan umum (perum) Satria Residence 2 masuk Kelurahan Jepun, Kecamatan/Kabupaten Tulungagung.

Kedua rumah tersebut berada di blok A nomor 19 milik Ringgar David Sungkono (28) warga Trenggalek yang berpfofesi sebagai dokter dan rumah bernomor 20 milik Anindita Nayang Safitri (24) warga Desa Tanggulturus, Kecamatan Besuki yang berprofesi sebagai perawat. Pada saat kejadian, keduanya sedang bekerja di RSUD dr Iskak.

Anindita Nayang Safitri atau yang akrab disapa Dita mengatakan, ia baru mengetahui kejadian tersebut dari Ringgar David Sungkono yang pulang terlebih dahulu. Menurutnya, saat ia pulang dari kantor kondisi kamarnya sudah berantakan.

“Karena kondisi rumah kami sama-sama berantakan akhirnya ia menghubungi saya,” katanya.

Dita melanjutkan, setibanya di rumah ternyata barang-barang di dalam rumahnya juga berantakan. Namun setelah dicek, hanya laptopnya merk Azus X200 yang hilang.

“Di rumah memang saya tidak menyimpan  uang atau perhiasan,” terangnya.

Anehnya lanjut Dita, di dalam kamarnya ia menemukan puntung rokok merk Dunhill. Dirinya yakin jika punting rokok tersebut adalah milik pelaku lantaran di rumahnya tidak ada yang merokok.

“Puntung rokoknya juga sudah dibawa polisi,” imbuhnya.

Sementara itu, Ringgar mengungkapkan setelah dicek ternyata sebuah jam tangan dan laptop miliknya yang hilang. Kedua barang tersebut sebelumnya diletakkan di atas meja. “Kalau uang tidak ada,” ucapnya.

Terpisah, Kapolsek Tulungagung Kota Kompol Rudi Purwanto saat berada di lokasi mengatakan, berdasarkan hasil olah TKP aksi pelaku yang diduga lebih dari dua orang tersebut sempat terekam CCTV. Menurutnya pelaku datang dengan menggendarai mobil berwarna silver.

“Mobil tersebut sempat memantau situasi. Setelah dirasa aman, baru beraksi,” katanya.

Dugaan sementara, pelaku masuk ke dalam rumah dengan cara merusak gembok pagar kedua rumah. Kemudian pelaku merusak pintu depan rumah milik Ringgar dan masuk ke dalamnya. Sedangkan untuk masuk ke rumah Dita, pelaku masuk melalui jendela yang tidak bertralis.

“Dari kejadian tersebut diperkirakan korban mengalami kerugian Rp 4 juta dan Rp 2 juta,” imbuhnya.

Rudi menambahkan, kini pihaknya masih terus mengumpulkan bahan keterangan terkait kasus tersebut. Pihaknya optimis jika kasus tersebut bakal terungkap. “Kami yakin pasti ada saksi kunci yang mengetahui kejadian tersebut,” pungkasnya. (ra/an)

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

News Feed