oleh

Kompetisi Masjid Terbaik YAMP 2019, Masjid Besar Baiturrohman Jadi Wakil Kota Marmer

Mahpudi (kemeja putihabu-abu), salah satu tim penilai dari YAMP pusat saat melakukan verifikasi laporan data di Masjid Besar Baiturrohman.

Tulungagung, (Afederasi.com) – Masjid Besar Baiuturrohman yang terletak di Jalan Pahlawan Nomor 140, Desa Ketanon Kecamatan Kedungwaru menjadi satu-satunya wakil dari kota Marmer yang mengikuti ajang kompetisi masjid terbaik Yayasan Amal Bakti Muslim Pancasila (YAMP) 2019. Hal tersebut diungkapkan oleh tim verifikator YAMP, Mahpudi saat melakukan verifikasi pada Sabtu (14/9) siang.

“Di Tulungagung kami hanya mendatangi satu lokasi saja, karena berkas yang kami terima memang hanya dari masjid ini,” kata Mahpudi.

Mahpudi mengatakan, verifikasi ini merupakan kelanjutan dari proses seleksi yang dilakukan oleh panitia penyelenggara. Menurutnya dari 999 masjid YAMP yang berada di seluruh Indonesia, hanya 105 masjid yang menyerahkan berkas atau mengikuti kompetisi.

“Setelah diseleksi awal, tahap selanjutnya yakni dilakukan verifikasi,” terangnya.

Dalam verifikasi ini lanjut Mahpudi, masing-masing verifikator mencocokkan data pada berkas yang dikirimkan semula dengan kondisi real di lapangan. Selain itu, verifikator juga melakukan dialog dengan pengurus masjid. Hal ini untuk melihat sejauh mana keberadaan masjid mampu menjadi sarana peribadatan dan sarana peradaban sebagaimana yang diharapkan oleh inisiator yakni presiden RI ke 2 Soeharto.

“Ada lima tim yang diterjunkan untuk melakukan verifikasi. Seperti halnya kami yang memverifikasi di Banjarmasin, Bandung, dan Wonosobo,” ungkapnya.

Mahpudi melanjutkan, hasil seleksi akan diumumkan pada 21 Oktober mendatang. Dari 105 peserta diambil 10 besar dan akan diundang ke Jakarta.

“Sebenarnya pengumumannya pada 9 September lalu, karena ada halangan akhirnya ditunda,” jelasnya.

Dia menambahkan, tujuan mengadakan kompetisi ini bukanlah hanya sekedar bagi-bagi hadiah saja. Melainkan, pihaknya ingin kembali merajut tali silaturahmi kepada semua pengurus masjid. Pasalnya, tantangan hidup kedepan semakin kompleks. Sehingga diharapkan masjid bisa menjadi banteng pemberdayaan umat.

“Mari kita libatkan semua elemen masyarakat dalam mengelola masjid ini,” pungkasnya.

Terpisah ketua Tamir Masjid Besar Baiturrohman, Machfudz Achmad mengatakan, pihaknya berharap dengan mengikuti kompetisi ini dapat menumbuhkan semangat para pengurus masjid untuk semakin meningkatkan pelayanan. Tak hanya sebagai tempat ibadah, diharapkan masjid juga bisa menjadi pusat peradaban masyarakat.

“Tadi kami sempat berdiskusi, ternyata masih banyak kegiatan-kegiatan pemberdayaan umat yang belum tersentuh,” ungkapnya.

Namun demikian lanjut Machfudz, pihaknya optimis dengan terhubungnya komunikasi dengan pengelola YAMP pusat dan pengurus masjid YAMP di daerah lain akan membuka wawasan serta informasi yang bisa diaplikasikan di Masjid Besar Baiturrohman.

Sementara itu berdasarkan pantauan media ini, tim verifikator tiba ke lokasi sekitar pukul 08.00 WIB. Setelah berdialog dengan pengurus masjid, mereka langsung meninjau setiap sudut bangunan masjid. Tim terlihat sangat detail dalam menggali informasi terkait sejarah berdirinya masjid dan program-program pemberdayaan.

Tim verifikator juga tampak mendokumentasikan kegiatan dan memberikan catatan-catatan kecil. Seperti halnya saat melihat prasasti masjid yang ditandatangani Alm Soeharto, gerbang masjid, bangunan atap masjid, dan karpet bantuan dari Raja Arab melalui YAMP. (ra/am)

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

News Feed