oleh

Komisi II DPRD Minta OPD Cermati Edaran Kemendagri

Trenggalek, (afederasi.com) – Komisi II DPRD Trenggalek meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mitra untuk lebih cermat dan teliti memahami edaran Kemendagri 50 dalam pembahasan Kebijakan Umum Anggaran ( KUA) dan Priorotas Plafon Anggaran Sementara (PPAS).

Menurut Ketua Komisi II DPRD Trenggalek Pranoto, sebelumnya pembahasan KUA PPAS untuk APBD induk tahun 2021 mengacu pada Permendagri 90. Namun ada edaran terbaru terkait hal tersebut yakni pada Kemendagri 50 sebagai acuan pembahasan.

“Memang kemarin dasar dari penyusunan KUA PPAS adalah Permendagri 90. Namun saat ini ada edaran Kemendagri 50 terbaru. Artinya dari kedua peraturan tersebut memang ada sebagian yang khusus dan harus dicermati,” ungkapnya, Senin (12/10/2020).

Disampaikan Pranoto, jika Permendagri 90 secara umum dikatakan bagaimana performa KUA PPAS. Akan tetapi untuk Kemendagri 50 secara spesifik mengatur langsung pada poin per poin.

“Seperti pada pendapatan, sumber darimana harus jelas. Untuk belanja, jika dahulu BTL sekarang ada belanja operasi, modal tak terduga dan transpor, itu yang harus dimasukkan kedalam rincian,” terangnya.

Baca Juga  Yes-Bro Komitmen Jadikan Makam Jaka Tingkir Ikon Wisata Budaya

Hal ini lanjut Pranoto, yang perlu dipahami semua OPD karena beriringan dengan pembahasan. Sehingga diminta OPD dalam waktu dekat, perlu penyesuaian dan perlu adanya pemahaman serius.

Tentunya pembenahan secara spesifik harus dilaksanakan, intinya dalam Kemendagri ini fokus pada penguatan dan penyesuaian secara administrasi dan semua spesifikasi.

“Dari evaluasi, ada OPD yang sudah menyusun bahkan dokumen juga sudah jadi sesuai aturan terbaru, ini intinya ada pengelompokan secara rinci,” jelasnya.

Ditambahkan Pranoto, permasalahan ini dipastikan tidak akan memperlambat proses pembahasan APBD induk tahun 2021. Karena dari evaluasi sudah mencapai sekitar 70 persen OPD yang melaksanakan.

“Sedangkan OPD lainnya hanya dalam pembenahan saja. Sehingga harus dievaluasi dan catatan ini hanya pada penajaman output,” pungkasnya. (pb/yp)

News Feed