oleh

Komisi C DPRD Tulungagung Sidak 16 Toko Ritel, yang Habis Masa Ijin Operasional

Tulungagung, (afederasi.com) – Komisi C DPRD Tulungagung melakukan  inspeksi mendadak (sidak) di 16 titik toko ritel berjejaring, yang masa berlaku ijin operasional telah habis serta lokasi toko yang dekat atau berjarak kurang satu kilometer dari pasar rakyat.

“Rencana harini ada 16 titik lokasi toko ritel berjejaring yang kami sidak,” ungkap Ketua Komisi C DPRD Tulungagung, Asrori ketika dikonfirmasi afederasi.com, seusai melakukan sidak, Kamis (24/9/2020).

Asrori menjelaskan sidak kali guna memastikan amanah perda terkait dengan toko ritel berjejaring yang dekat dengan pasar tradisional untuk benar – benar ditertibkan. Ini bagian daripada upaya melindungi pedagang yang ada di pasar tradisional.

“Jadi setelah ini harus benar – benar ditutup untuk toko ritel berjejaring yang dekat dengan pasar tradisional. Baik itu Indomart atau Alfamart. Jika ingin membuka harus dengan radius lebih 1 kilometer dari pasar rakyat. Maksimal 31 Desember,” tegas Arsori.

Dari pantauan afederasi.com, sejumlah anggota Komisi C beserta dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) setempat mendatangi satu persatu – satu 16 toko ritel yang masa berlakunya habis.

Baca Juga  Kunjungi RSUD dr Iskak, ini yang Dipantau Komisi IX DPR RI

Selain melihat dokumen ijin operasional, pihaknya juga memastikan apakah toko tersebut sudah menerima surat pemberitahuan atau peringatan dari DPMPTSP terkait masa ijin operasional yang habis. Serta menertibkan jam buka tutup toko ritel berjejaring sesuai dengan perda no 1/2018 tentang penataan dan pembinaan pasar rakyat, pusat perbelanjaan dan toko swalayan yaitu dimulai pukul 09.00  WIB – 22.00 WIB.

Sementara itu, Kabid layanan data dan pengaduan layanan DPMPTSP Tulungagung, Rahmad mengatakan terhadap 16 toko ritel berjejaring ini sudah diberikan surat peringatan terkait masa berlaku yang telah habis, dan tidak dapat diperpanjang karena lokasi dekat pasar tradisional.

“Ada 16 yang sudah kami surati, hingga 31 Desember nanti harus menutup aktifitasnya. Dan mengurus ijin serta lokasi baru yang tidak berdekatan dengan pasar tradisional,” imbuhnya.

Dari data yang dihimpun afederasi.com dari DPMPTSP Kabupaten Tulungagung, 16 toko ritel yang masa berlakunya habis diantaranya :  

  1. Swalayan Indomart di Desa/Kecamatan Boyolangu
  2. Ada dua Swalayan Indomart di Desa/Kecamatan Ngunut
  3. Swalayan Indomart di Desa Tunggangri Kecamatan Kalidawir
  4. Swalayan Indomart di Desa/Kecamatan Bandung
  5. Swalayan Indomart di Desa/Kecamatan Gondang
  6. Swalayan Indomart di Desa/Kecamatan Rejotangan
  7. Swalayan Indomart di Desa/Kecamatan Kauman
  8. Swalayan Indomart di Desa/Kecamatan Campurdarat
  9. Swalayan Indomart di Desa/Kecamatan Karangrejo
  10.  Swalayan Alfamart di Desa/Kecamatan Boyolangu
  11.   Swalayan Alfamart di Desa/Kecamatan Rejotangan
  12.  Dua Swalayan Alfamart di Desa Kalangbret Kecamatan Kauman
  13.   Dua Swalayan Alfamart di Desa/Kecamatan Ngunut. (dn)

News Feed