oleh

Ketua DPRD Tolak Tandatangani Tuntutan Aliansi Mahasiswa

Tulungagung, (afederasi.com) –  Audiensi antara aliansi mahasiswa Kabupaten Tulungagung dengan DPRD setempat tidak membuahkan hasil, Rabu (14/10/2020). Pasalnya ketua DPRD Marsono menolak menandatangani tuntutan aliansi mahasiswa terkait Omnibus Law UU Cipta Kerja.

“Kami meminta Ketua DPRD dan Bupati Maryoto untuk menandatangani penolakan pengesahan Omnibus Law UU Cipta Kerja,” tegas perwakilan aliansi mahasiswa, Bagus Prasetiawan.

Dijelaskan aliansi mahasiswa sudah menyiapkan surat pernyataan bermaterai 6000 untuk ditandatangani oleh aliansi mahasiswa, Ketua DPRD dan Bupati. Akan tetapi pemimpin kedua lembaga pemerintahan tersebut menolak tanda tangan.

Menurutnya, berdasarkan hasil audiensi dengan komisi A yang didampingi pimpinan DPRD tersebut sebenarnya sepakat untuk menolak pengesaharan draf  Marsono menolak menandatangani tuntutan aliansi mahasiswa  terkait UU karena menimbulkan kontroversi di tengah masyarakat.

“Kami akan meminta audiensi kembali nanti,” jelas Bagus.

Sementara itu, Ketua DPRD Marsono mengatakakan dirinya memang belum bersedia menandatangani tuntutan aliansi mahasiswa. Dia menunggu hasil quick count Dari Kementrian Dalam Negeri. Seluruh DPRD se Indonesia ingin mendapatkan satu reverensi dari kajian UU Cipta Kerja. Hasilnya akan dipelajari bisa dipilah mana yang berpotensi merugikan masyarakat mana yang tidak.

Baca Juga  DPRD Gelar Rapat Paripurna Pembahasan APBD 2021 Secara Virtual

“Bukan masalah menolak, saya masih berkomitmen dengan hasil quick count,” ujar Marsono

Marsono pun melanjutkan, ada pun runtutan untuk menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja. Ketika ada temuan pasal-pasal yang memang layak untuk direvisi, lalu baru bisa  dilakukan kajian bersama.

“Dalam penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja itu pun juga ada runtutannya,” Lanjut Marsono

Masih dalam pemaparan Marsono, kalau Omnibus Law secara utuhkan ada 79 UU yang dirampingkan, sedangkan harus dikaji betul dan menyisir yang mana yang mau ditolak harus disebutkan.

“La kita belum pernah membaca, yang mau kita tolak yang mana?,” pungkasnya. (ziz/am)

News Feed