oleh

Kembali Tiga Pasien Covid-19 dilaporkan Sembuh, Kini Tinggal Satu Pasien yang Jalani Perawatan

Tulungagung, (afederasi.com) – Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Tulungagung kembali melaporkan tiga pasien telah sembuh dari coronavirus disease (Covid-19), Senin (17/8/2020).

Dari jumlah itu, dua diantaranya merupakan pasien anak. Yakni ERZ (9 tahun) dan AF (4 tahun). Dengan demikian jumlah pasien terkonfirmasi di Tulungagung tersisa satu pasien yang kini masih dalam perawatan.

“Alhamdulilah hari ini (17/8/2020) jumlah pasien terkonfirmasi yang berhasil sembuh kembali bertambah. Sehingga total pasien sembuh saat ini 263 orang,” ungkap Wakil Juru Bicara (jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Tulungagung, Galih Nusantoro, ketika dikonfimasi afederasi.com, Senin (17/8/2020).

Galih mengatakan, tiga pasien sembuh ini berasal dari dua kasus yang berbeda. Kasus pertama yakni bocah berusia 4 tahun berinisial AF. Bocah asal Kecamatan Tulungagung ini diduga tertular dari sang nenek yang merupakan istri dari pasien Supriadi (SP) yang juga dinyatakan sembuh hari ini (17/8/2020).

Sebelumnya, petugas mendapati AF (4) ini sedang berobat di salah satu puskesmas di Kecamatan Tulungagung. Awal pemeriksaan, AF memiliki gejala influenza like illness (ILI) sehingga petugas melakukan rapid test terhadap AF.

Baca Juga  Update : Jumlah Pasien Sembuh dari Covid-19 Bertambah Lima Orang, Kini Total ada 11 Pasien Sembuh

Dari hasil pemeriksaan lebih lanjut, rupanya ibu AF merupakan pelaku perjalanan daerah terjangkit (PPDT). Namun, setelah diperiksa lebih lanjut, ibu AF dinyatakan negative berdasarkan hasil pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR).

“Petugas menduga ibu AF merupakan carier kemudian menularkan pada putrinya dan kedua orangtuanya (Supriadi dan AL). Dan untuk Supriadi dan AL sudah dinyatakan sembuh,” jelasnya.

Kasus selanjutnya yakni bocah berinisial ERZ yang berasal dari Kecamatan Pagerwojo. Bocah 9 tahun ini diduga tertular Covid-19 dari sang ayah. Dimana ayah ERZ ini berencana akan berangkat ke Brunei Darussalam, melakukan rapid test di Ponorogo dimana dirinya mendaftar di perusahaan jasa tenaga kerja Indonesia (PJTKI) sebagai syarat berangkat.

Dari hasil uji rapid diagnostic test (RDT) ayah ERZ diketahui reaktif. Sehingga petugas melakukan pengambilan swab terhadap keluarga dan dirinya. Hasilnya seluruh keluarga dinyatakan negatif kecuali ERZ.

Selanjutnya petugas melakukan pengembangan penelusuran dengan orang-orang yang kontak dengan ERZ. Diketahui ERZ yang masih berusia 9 tahun sempat mengikuti pembelajaran luring.

Baca Juga  Tiga Pasien Sembuh dari Covid-19, Satu orang Merupakan Paramedis

Untuk itu petugas melakukan pengambilan swab terhadap tujuh orang anggota luring. Terdiri dari 5 teman kelompok ERZ dan 2 orang guru pengajar. Beruntung, ketujuh orang yang sempat kontak dengan ERZ ini dinyatakan negative berdasarkan hasil pemeriksaan swab.

“Ini dikarenkan selama proses pembelajaran luring, protokol kesehatan telah dilakukan dengan baik dan benar. Sehingga tidak ada penularan,” tegasnya.

Untuk itu, Galih mengimbau masyarakat untuk tidak bosan menerapkan protokol kesehatan. Sebagai salah satu contoh adalah kasus ERZ. Meskipun beraktivitas, jika protokol kesehatan diterapkan dengan baik, penularan Covid-19 tentu dapat diminimalisir.

“Jangan bosan-bosan untuk menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan, menjaga jarak, dan juga menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS),” pungkasnya.

Sekadar informasi, hingga kini Senin (17/8/2020) kasus terkonfirmasi Covid-19 di Tulungagung mencapai 267 kasus, dengan rincian 263 pasien dinyatakan sembuh, dan 3 meninggal. Sementara 1 pasien masih terkonfirmasi Covid-19 dan menjalani perawatan. Dengan demikian prosentase kesembuhan mencapai 98,5 persen. (dn)

News Feed