oleh

Kembali Edarkan Sabu, Mantan Napi Asimilasi Asal Sumberejo Diringkus

Lamongan, (afederasi.com) – Hukuman empat tahun penjara ternyata tidak membuat jera HS alias Eror (38) warga Desa Sumberejo Kecamatan Lamongan. Buktinya, mantan narapidana (napi) yang bebas karena program asimilasi tersebut kembali berulah dengan mengedarkan sabu.

Tak hanya HS, petugas juga berhasil menangkap tiga pelaku lain yang masih dalam satu jaringan. Yakni, DUS (21) warga Desa Jatirejo Kecamatan Tikung, MA alias Petak (38) warga Lingkungan Sidokumpul Kelurahan, dan DR alias Yono (37) warga Kelurahan/ Kecamatan Brondong.

“Dari empat tersangka ini kami berhasil menyita barang bukti 82,83 gram sabu, uang tunai total Rp 1,1 juta, dua buah timbangan, empat ponsel berbagai merk, dan seperangkat hisap sabu serta satu unit sepeda motor,” kata Kapolres Lamongan AKBP Harun.

Harun menjelaskan, tersangka HS ini ditangkap polisi saat transaksi sabu dipinggir jalan Desa Tambakrigadung Kecamatan Tikung. Berdasarkan catatan kepolsian, HS pernah ditahan kasus Narkoba sekitar tahun 2017 dengan divonis hukuman 4 tahun penjara.

“HS baru selesai menjalani masa tahanan bulan April tahun 2020 melalui program asimilasi kasus Narkotika,” katanya.

Baca Juga  Nilai PTS Cenderung Naik saat PJJ, Ini Penyebabnya

Harun mengungkapkan, HS ini kembali berjualan sabu-sabu sekitar lima bulan terakhir. Sabu-sabu tersebut ia dapat dari Madura sebanyak 100 gram sabu-sabu dengan sistem ranjau.

“Modusnya tersangka ini menelepon seorang pengantar yang ada di daerah Madura, kemudian bertemu di daerah Bangkalan Madura. Tetapi tidak langsung dengan yang bersangkutan, barang itu ditaruh di salah satu tempat, kemudian diambil oleh tersangka,” urainya.

Harun melanjutkan, kemudian sabu sebanyak 100 gram oleh tersangka HS diedarkan di wilayah Lamongan. Tersangka mengaku sudah tiga kali melaksanakan transaksi narkoba jenis sabu.

“Dari tangan tersangka HS kami berhasil mengamankan barang bukti sebanyak 9 plastik klip berisi sabu dengan berat 15,42 gram, 6,65 gram, 0,94 gram, 1,00 gram, 0,97gram, 0,92 gram, 0,95 gram, 0,32 gram, 43 gram, dengan total barang bukti seberat 70,17 gram,” ungkapnya.

Selain itu polisi juga mengamankan barang bukti sebuah timbangan digital, dua bungkus plastik klip kosong, dua unit handphone, satu buah kardus tempat speaker aktif, satu dusbook hp Xiaomi 6A warna merah dan satu unit sepeda motor yamaha mio warna hitam no pol S-3882-MU milik tersangka.

Baca Juga  Jumlah Pemilih di Pilkada Kediri Diprediksi Meningkat

Sedangkan DUS, merupakan pengembangan dari tersangka HS. Dari tangan DUS polisi berhasil mengamankan barang bukti sabu dengan total seberat 11,26 gram, dan seperangkat alat hisap dan timbang digital.

Selanjutnya tersangka MA alias Petak (38), ditangkap saat hendak mengedarkan sabu disebuah warung masuk Jalan Raya Deandels tepatnya Desa Sedayulawas Kecamatan Brondong.

Dihadapan petugas ia mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari Gersik dan berjualan serbuk haram tersebut sekitar tiga bulan terakhir.

Dari tangan tersangka MA ini polisi mengamankan barang bukti sebanyak dengan total 0,38 gram sabu, seperangkat alat hisap dan uang tunai sebesar Rp 700 ribu.

Terakhir, dari pengambangan MA, polisi erhasil meringkus DR alias Yono. DR merupakan resividis kasus pengedar pil Carnophen sekitar tahun 2010. Ia kembali berjualan sabu sekitar tiga bulan terakhir yang ditangkap di rumahnya

“Dari tangan DR polisi menyita barang bukti sabu seberat 1.02 gram dan seperangkat alat hisap sabu serta uang tunai sebesar Rp 400 ribu,” kata Harun.

Baca Juga  Hadiri Sosialisasi Pencairan Beasiswa PIP, Bupati : Maksimalkan Untuk Kebutuhan Pendidikan

Harun menambahkan, kini kasus tersebut masih dalam proses penyidikan. Pihaknya juga masih berupaya mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap jaringan yang lebih besar. (ra/yp)

News Feed