oleh

Kejari Segel Aset Tersangka Korupsi PDAM

Tulungagung, (afederasi.com) – Kejari (Kejaksaan Negeri) Tulungagung akhirnya menyegel beberapa aset milik DH (45), tersangka kasus korupsi di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Cahaya Agung Kabupaten Tulungagung, Jumat (16/10/2020). Penyegelan tersebut dalam rangka salah satu upaya untuk mengamankan kerugian keuangan negara jika tersangka tidak mampu membayar ganti rugi.

Selain tiga titikn tanah, Kejari juga menyita satu unit mobil Honda Brio AG 953 RO, satu unit sepeda motor Yamaha N Max, dan 3 unit sepeda motor merk Honda Scoopy.

Ketiga lokasi tanah tersebut yakni di Desa Rejoagung dengan masing-masing luas 1750 m², 690 m², dan 1495 m². Ketiganya bersertifikat atas nama DH. Penyegelan dilakukan dengan cara memasang papan setinggi 2,5 meter yang bertuliskan “Tanah ini telah disita oleh penyidik Kejaksaan Negeri Tulungagung berdasarkan, Penetapan pengadilan negeri Tulungagung No.02/Pen.Pid/2020/PN.Tlg.Tanggal 07 Oktober 2020, dan surat perintah penyitaan kepala Kejaksaan Negeri Tulungagung No.5/M.5.29/Fd.1/10/2020 tanggal 15 Oktober 2020.”

Kepala Kejaksaan Negeri Tulungagung Ansari melalui Kasi Intelejen Kejari Tulungagung Tri Agung Radityo mengatakan, penyegelan ini adalah sebagai bentuk pengamanan aset negara.

Baca Juga  KPU Trenggalek Tetapkan Dua Paslon Bupati dan Wakil Bupati

“Upaya penyitaan ini adalah sebagai upaya tindak lanjut dari penyidikan perkara pak DH, untuk pemulihan keuangan negara.”katanya.

Agung menambahkan untuk total aset yang disita nilainya masih dihitung. Namun untuk estimasi diperkirakan sudah cukup dari kerugian Rp 1,3 miliar. Itu berarti ada kemungkinan jika aset yang disita belum memenuhi target akan dilakukan penyitaan kembali.

“Selama barang yang sudah disita belum mampu memenuhi kerugian negara akan dilakukan penyitaan kembali jika tersangka masih mempunyai aset,” imbuhnya.

Pria berkacamata tersebut menuturkan, selama proses penyidikan, penggeledahan. hingga penyitaan tidak ada perlawanan ataupun penolakan dari tersangka. Itu artinya tersangka sangat kooperatif dengan proses hukum yang sedang dijalaninya.

“Tidak ada perlawanan dari tersangka, itu berarti sangat kooperatif sekali,” imbuhnya,

Hingga saat ini tersangka masih dalam tahanan kota dan proses hukum masih dalam tahap penyidikan. Salah satu penyitaan yang dilakukan Kejari adalah proses penyidikan untuk memenuhi berkas perkara yang nantinya lampirannya akan  dilimpahkan jaksa peneliti untuk diproses lebih lanjut.

Baca Juga  Tergiur Janji Dinikahi, Seorang Wali Murid Kepincut Oknum Guru Hingga Berbuat Asusila di Kelas

Atas perbuatannya tersangka DH dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 atau pasal 3 dan atau pasal 9 Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 Junto Pasal 64 ayat 1 KUHP.

“Untuk ancamannya minimal 4 tahun jika kena pasal 2 ayat 1, kalau pasal 3 dan 9 ancamannya minimal 1 tahun,” pungkasnya. (is/yp)

News Feed