oleh

Kecanduan Film Porno, Napi Bebas Asimilasi Kembali Cabuli Anak Dibawah Umur

Tulungagung, (afederasi.com) – Akibat kecanduan film porno, W (25) warga Kecamatan Tulungagung yang merupakan seorang narapidana bebas asimilasi ini harus kembali ke jeruji besi.

Pasalnya, pria yang kesehariannya sebagai pengamen ini diduga melakukan kekerasan dan pencabulan terhadap KI (7) warga Kecamatan Ngantru.

Kini, kasus tersebut tengah ditangani Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polres Tulungagung.

Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia melalui Kanit PPA Iptu Retno Pujiarsih mengatakan, kejadian kekerasan dan pencabulan tersebut terjadi pada Selasa (9/6/2020) yang lalu. Ketika itu, korban yang sedang bermain layang-layang di atas rel kerata api masuk Desa Ketanon Kecamatan Kedungwaru dihampiri tersangka dengan naik sepeda pancal.

“Tersangka ini mengiming-imingi korban dengan diajak mengambil layang-layang yang menyangkut di pohon,” katanya.

Setelah korban berhasil dibujuk lanjut Retno, tersangka membonceng korban hingga sampai ke ladang ketela masuk Desa Sobontoro Kecamatan Boyolangu. Setibanya di lokasi, korban diikat kedua tangannya dengan kaos berwarna hijau. Sedangkan kedua kaki korban diikat dengan plastik.

Baca Juga  Bupati Maryoto Dampingi Gubernur Khofifah Gowes di Kota Marmer, Ini yang Dilakukan

“Setelah itu tersangka ini menduduki perut korbannya,” imbuhnya.

Retno melanjutkan, mendapat perlakuan tersebut akhirnya korban yang wajahnya ditutupi topi oleh tersangka ini akhirnya menangis. Mengetahui itu, tersangka langsung meninggalkan lokasi.

“Nah setelah itu korban berupaya melepaskan diri. Beruntung saat itu ada warga yang kemudian membantunya,” katanya.

Masih menurut Retno, tak terima dengan perlakuan tersebut akhirnya orang tua korban melaporkannya ke Polres Tulungagung. Selanjutnya petugas langsung melakukan penyelidikan.

“Saksi-saksi langsung kita periksa, olah TKP juga telah dilakukan,” terangnya.

Dari bahan keterangan yang didapat, akhirnya petugas mencurigai seseorang yang diduga sebagai pelaku. Hal ini merujuk pada modus yang dilakukan serta ciri-ciri fisik pelaku. Namun saat itu keberadaan tersangka belum diketahui.

“Hingga akhirnya pada Jum’at (26/6/2020) malam, petugas mendapat infromasi tersangka yang sedang mengamen di simpang empat BTA dan langsung diamankan,” katanya.

Kepada petugas tersangka langsung mengakui perbuatannya. Ia nekat melakukan kekerasan dan pencabulan kepada korban lantaran terinspirasi film porno yang kerap ditontonnya.

Baca Juga  Penggelolaan Tumpukan Sampah, Begini Cara Pemkab Kendal Mengatasinya

“Tersangka ini merupakan residivis, ia ditangkap pada 2017 silam atas kasus serupa,” imbuhnya.

Retno menambahkan, kini kasus tersebut masih dalam proses penyidikan. Atas perbuatannya, tersangka bakal dijerat dengan pasal 80 jo pasal 82 UU Perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. (yp)

News Feed