oleh

Kebut Pembahasan Ranperda Perubahan APBD 2020

Trenggalek, (afederasi.com) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Trenggalek terus berupaya menyelesaikan pembahasan Ranperda tentang perubahan APBD tahun 2020. Terbaru, anggota Komisi II menghadirkan mitra yang mengelola Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Trenggalek.

Ketua Komisi II DPRD Trenggalek Pranoto mengatakan, dalam rapat kali ini pihaknya telah menghadirkan pengelola dari empat badan usaha milik daerah, yakni  BPR Juwalita, Perumda Tirto Wening, PDAU dan SPBU.

“Jadi tadi membahas bagian perekonomian dan kita hadirkan pengelola empat badan usaha daerah. Karena perusahaan ini sebagai komando dan motor penggerak di Trenggalek,” ungkapnya, Kamis (17/9/2020).

Pada intinya lanjut Pranoto, terkait pembahasan dari sisi pelaksanaan masing-masing perusahaan itu. Kendalanya apa dan nanti bagaimana support untuk 2020 serta skala apa yang harus diamankan.

“Pada dasarnya, tentu kita tidak terlepas dari sisi pelayanan kepada masyarakat yang harus diutamakan. Ketika pelayanan sudah baik, yang jelas pendapatan otomatis naik,” terangnya.

Dijelaskan Pranoto, pada sektor perekonomian mengalami banyak faktor. Adapun pendapatan yang sudah disetor, dari BPR Jwalita sekitar Rp 1 miliar lebih.

Baca Juga  Gagas Program 1 Dokter 1 Desa di Lombok Tengah

Sedangkan dari SPBU sekitar Rp 56 miliar, dan disitu belanja juga dimasukkan pendapatan. Untuk PDAU di tahun 2020 mengalami peningkatan kinerja. Karena dari tahun ke tahun sebelumnya terus mengalami kerugian.

Pendapatan PDAU sendiri sampai per bulan Juli 2020 sekitar Rp160 juta dan perusahaan sudah ada untung.

“Artinya kalau sudah mencapai Rp 160 juta, berarti sesuai Perda kita Pemkab mendapat pendapatan 5 persen. Selanjutnya kita harapkan diakhir tahun ini bisa meningkat dua kali lipat,” jelasnya.

Seperti yang diketahui tambah Pranoto, di PDAU ada dua perusahaan, yakni percetakan dan pabrik es. Namun pada perusahaan pabrik es mengalami kendala. (pb/yp)

News Feed