oleh

Jaring Puluhan Pelanggar Prokes, Sita KTP hingga Disanksi Menyanyi

Surabaya, (afederasi.com) – Kesadaran masyarakat untuk mentaati protokol kesehatan (prokes) sesuai Inpres No 6 tahun 2020 di Kota Pahlawan ternyata masih rendah. Buktinya, sebanyak 43 pelanggar ditemukan saat petugas gabungan dari Polres Pelabuhan Tanjung Perak, TNI, dan Satpol PP menggelar Operasi Yustisi di Jalan KH Mas Mansur, Rabu (7/10/2020).

Sesuai regulasi yang ada, mereka langsung diberikan sanksi berupa penyitaan KTP. Selain itu, ada juga yang diberikan sanksi sosial dengan push up, menyanyi, hingga menghafal pancasila.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Ganis Setyaningrum mengatakan, Polres Pelabuhan Tanjung Perak melaksanakan patroli mobile menghimbau kepada masyarakat pengguna jalan untuk memakai masker sesuai Inpres No. 6 Tahun 2020 di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Perak.

“Operasi Yustisi dilakukan di Pos Polisi Suramadu, Jalan KH Mas Mansur guna memantau kepatuhan warga,” kata AKBP Ganis.

Dalam razia itu lanjut Ganis, pihaknya juga membagi-bagikan masker serta memberikan himbauan untuk mematuhi protokol kesehatan. Walapun, dalam giat operasi tersebut ada beberapa warga ditemukan tidak bermasker dan dilakukan penindakan oleh Tim Satpol PP Kota Surabaya.

Baca Juga  Jalur Independen, Pasangan TOSKA Andalkan Relawan Tersebar di Setiap Desa

“Bagi pelanggar kita himbau juga sangsi sosial hingga KTP dilakukan penyitaan,” sebut Ganis.

Diketahui, jumlah pelanggar protokol kesehatan yang ditindak ada sekitar 43 orang. Rinciannya, sanksi sosial berupa pushup, mengucap pancasila dan menyanyi ada 20 orang. Sedangkan sisanya yakni 20 orang dilakukan penyitaan KTP selama 14 hari.

“Harapannya dengan adanya Operasi Yustisi ini, warga akan selau patuh menjalankan protokol kesehatan Covid-19 dengan 3M, memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan,” pungkasnya. (al/yp).

News Feed