oleh

Jajakan Pemandu Lagu, Mami Karaoke Ditangkap Polda Jatim

Surabaya, (afederasi.com) –  Salah satu mami terkenal di hiburan malam CH (46), warga Jalan Petemon Barat Sawahan Surabaya ini diamankan anggota Direktorat Kriminal Umum (Durkrimum) Polda Jatim. Pasalnya, wanita yang akrab disapa Mami Sanny ini diduga terlibat kasus prostitusi dengan menjajakan pemandu lagu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun afederasi.com, Mami Sanny ini kerap menawarkan anak buahnya bahkan wanita lain, kepada para pelanggan untuk melayani hubungan badan.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andhiko mengatakan, kasus tersebut berhasil terungkap setelah petugas mendapatkan informasi pada Minggu (2/8/2020) tentang adanya tempat karaoke. Dimana, didalamnya menyediakan jasa pemandu lagu yang bisa memberikan layanan BO atau layanan berhubungan intim layaknya suami istri baik di dalam room karaoke maupun di Hotel.

“Selanjutnya, pada Kamis (13/8/2020) sekitar pukul 22.30 WIB kami mencurigai salah seorang tamu yang baru keluar dari sebuah tempat karaoke bersama dengan seorang pemandu lagu menuju salah satu Hotel di Surabaya,” jelasnya.

Dengan membawa surat perintah tugas lengkap lanjut Trunoyudo,  pihaknya langsung melakukan pemeriksaan dan penggeledahan. Hasilnya, petugas mendapati LC (pemandu lagu) sedang melakukan hubungan layaknya suami istri di dalam kamar Hotel tanpa memakai pakaian dalam.

Baca Juga  Bawa Empat Poket, Pengedar Sabu Diciduk Polisi

“Dari kejadian tersebut polisi mengamankan barang bukti berupa sebuah celana dalam wanita, sebuah celana dalam pria, sebuah BH, dan sebuah kondom bekas pakai,” terangnya.

Tak hanya itu, petugas juga menyita sebuah sprei warna putih, bill hotel, sebuah kondom belum terpakai, sebuah handphone merek Samsung, sebuah handphone merek Blackberry, uang tunai sebesar Rp 400 ribu (tips tamu untuk mami), uang tunai sebesar Rp 1 juta (tips BO), bill karaoke dan uang tunai Rp 4.450.000.

Kepada petugas, CH ini mengakui jika sudah menawarkan korban kebeberapa pria penyewanya. Perbuatan itu sudah dijalaninya selama 6 bulan.

“Saya baru enam bulan, tapi saya tidak menjajakan mereka. Mereka yang minta sendiri, dan saya tidak mendapatkan apa-apa,” kata CH.

Sementara, dua anak buahnya yang dijual adalah wanita berinisial NH (40) warga Sedati Kabupaten Sidoarjo, dan IS (28) warga Karangpilang Surabaya. (al/yp)

News Feed