oleh

IPLT Ditutup, Pengusaha Sedot Tinja Kesulitan Buang Limbah

Tulungagung, (afederasi.com) – Ditutupnya Instalasi Pembuangan Limbah Tinja (IPLT) selama hampir 2 tahun ternyata berimbas pada pengusaha jasa sedot tinja. Pasalnya, mereka harus mencari tempat alternatif untuk pembuangan limbah tinja.

Lantas, kemana mereka (pengusaha jasa sedot tinja-red) membuang limbah tinja selama dua tahun terakhir?

Saiful, salah satu pekerja sedot tinja mengatakan, saat ini limbah lumpur tinja yang ia dapatkan dari pekerjaannya dibuang ke lahan kosong milik pribadi. Meskipun demikian, ternyata tidak menjamin untuk tidak mendapatkan sanksi sosial. Bahkan terkait hal tersebut, dirinya pernah dikomplain warga sekitar.

“Namanya kerja pasti ada risiko-risiko yang harus diterima,” katanya.

Padahal lanjut Saiful, ia mengibaratkan tinja sebagai bahan olahan pupuk yang tentunya berguna bagi petani. Tetapi masyarakat lain tidak memandang fungsi dari limbah lumpur tinja karena sudah dibutakan oleh baunya.

“Saya memahami mereka (masyarakat-red). Kalau diposisikan jadi masyarakat sekitar situ, pasti ya terganggu juga,” imbuhnya.

Saiful mengakui, sebelumnya limbah tinja dibuang ke IPLT masuk Desa Moyoketen Kecamatan Boyolangu. Namun selama dua tahun terakhir, lokasi tersebut ditutup karena ada perbaikan. Bahkan sampai saat ini, belum ada pemberitahuan dari instansi terkait apakah IPLT sudah bisa digunakan lagi atau tidak.

Baca Juga  Sepi Job, Kuli Bangunan Edarkan Sabu

“Belum ada himbauan dari instansi terkait kalau IPLT sudah bisa digunakan. Jadi, ya kami belum berani buang kesana,” terang Saiful.

Menanggapi hal tersebut, Plt Kepala Dinas PUPR Tulungagung Robinson Nadeak mengungkapkan bahwa IPLT sudah dibuka dan bisa digunakan. Namun demikian Paguyuban Pengusaha Sedot WC belum ada yang membuang limbah lumpur tinja ke IPLT tersebut.

“Memang kondisi IPLT saat ini masih dalam perbaikan agar bau dari limbah tinja tidak tercium tapi sudah bisa digunakan,” jelasnya.

Robinson pun menjelaskan, dalam keadaan pandemi ini susah baginya untuk mengumpulkan semua pelaku kerja sedot WC untuk mensosialisasikan bahwasannya IPLT sudah bisa digunakan.

Namun pihaknya berjanji, dalam waktu dekat akan segera mensosialisasikan bahwa IPLT sudah bisa digunakan lagi.

“Karna dalam masa pandemi dan dibatasinya kegiatan yang berpotensi mengumpulkan banyak orang, kami pun menunda untuk mensosialisasikannya,” tukasnya. (az/yp)

News Feed