oleh

Ingkar Janji Nikahi Pacar Hamil 8 Bulan Dibekuk Polisi

Nganjuk, (afederasi.com) – Tidak terima anak perempuanya yang masih dibawah umur dicabuli hingga hamil 8 bulan. Seorang buruh tani asal Kecamatan Bagor Kabupaten Nganjuk melapor ke PPA Polres Nganjuk. Ini setelah DA (27) yang masih tetangganya sendiri tersebut ternyata ingkar janji untuk menikahi anak perempuanya tersebut.

Kasubag Humas Polres Nganjuk, Iptu Rony Yunimantara menjelaskan, peristiwa itu sendiri terjadi  sekitar bulan Mei tahun 2016 lalu dimana korban yang masih dibawah umur dirayu dan diajak berhubungan badan oleh tersangka DA yang juga pacarnya tersebut dengan janji akan dinikahi.

“Kejadian pertama itu dilakukan tersangka DA dirumahnya. Ketika itu tersangka DA menjanjikan akan menikahi korban sehingga terjadilah tindak asusila dibawah umur,” kata Rony Yunimantara, Rabu (7/10/2020).

Kejadian persetubuhan diluar nikah itupun, menurut Rony Yunimantara, dilakukan berulangkali antara tersangka DA dan korban yang masih duduk di bangku salah satu SMA tersebut. Bahkan, perbuatan asusila antara tersangka DA dan korban juga pernah dilakukan di sebuah kamar sewaan di bekas lokalisasi Guyangan Nganjuk.

Baca Juga  Mayat Bersimpah Darah, Ternyata Korban Kecelakaan

“Hingga akhirnya korbanpun hamil sampai delapan bulan, namun tersangka DA ketika ditagih janjinya untuk menikahi oleh korban ternyata ingkar janji,” ucap Rony Yunimantara.

Mengetahui kejadian anak perempuannya yang hamil akibat perbuatan DA, ungkap Rony Yunimantara, kedua orang tua korban tidak terima. Apalagi anak perempuanya itu masih dibawah umur dan duduk di bangku sekolah SMA.

“Orang tua korbanpun melaporkan kejadian yang menimpa anaknya itu ke PPA Polres Nganjuk,” ujar Rony Yunimantara.

Unit PPA Polres Nganjuk, ungkap Rony Yunimantara, langsung melakukan tindak lanjut atas laporan orang tua korban. Yakni dengan melakukan visum ET Repertum terhadap korban. Selain itu, unit PPA Polres Nganjuk juga langsung melakukan pengamanan terhadap tersangka DA di Mapolres Nganjuk untuk diproses hukum lebih lanjut.

“Tersangka DA terancam dijerat dengan UU Nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak, dimana tersangka diancam hukuman penjara tersingkat 10 tahun hingga 20 tahun penjara,” tutur Rony Yunimantara. (Ind/am)

News Feed