oleh

Imigrasi Periksa WNA yang Ngamuk di Pusat Kuliner, Ini Hasilnya

Tulungagung, (afederasi.com) – Pasca diamankan dari Hotel Narita, Chuang Cung Him (37) Warga Negara Asing (WNA) yang mengamuk di pusat kuliner dekat Stasiun Tulungagung akhirnya diperiksa petugas Imigrasi Kelas II Non TPI Blitar.

Kepala Imigrasi Kelas II Non TPI Blitar Andhika Pandu Kurniawan mengatakan, dari hasil pemeriksaan WNA yang berinisial CHC tersebut berwarga negara Kanada. Ia masuk ke Indonesia pada tanggal 11 Maret 2020 melalui Bandara Internasional Sukarno Hatta dengan menggunakan fasilitas Bebas Visa Kunjungan (BVK) yg berlaku selama 30 (tiga puluh hari).

“Selama berada di Indonesia, CHC ini melakukan kegiatan wisata dan mengunjungi isterinya yang berdomisili di Surabaya,” katanya.

Menurut pengakuan CHC lanjut Andhika, saat ini ia sedang menghadapi permasalahan rumah tangga. Ia berpisah dari isteri dan tidak dapat menemui anaknya selama kurang lebih tiga bulan ini.

Masih menurut Andhika, terkait kejadian tindakannya yang dilaporkan  meresahkan masyarakat, CHC menyampaikan bahwa terjadi miskomunikasi karena kendala bahasa dengan masyarakat dan perbedaan kultur. Sehingga hal yang menurutnya wajar diucapkan dinegara asalnya, menjadi hal yang tidak baik di masyarakat sekitar.

Baca Juga  Terlibat Laka, Istri Carik Sukowiyono Tewas di Lokasi

“Atas kejadian ini, kami sudah memberikan peringatan untuk beradaptasi dan berkomunikasi dengan baik untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” imbuhnya.

Andhika mengungkapkan, pihaknya juga sudah memperingatkan bahwa masa berlaku izin tinggalnya akan segera berakhir pada tanggal 20 September ini.

“Bila ia tetap berada di Indonesia, tentu akan ada denda,” jelasnya.

Andhika menambahkan, dari hasil pemeriksaan dokumen tidak ditemui adanya pelanggaran keimigrasian. Dalam masa pandemi Covid-19, pemerintah melalu Direktorat Jenderal Imigrasi memang memberikan relaksasi kepada WNA khususnya pemegang BVK untuk dapat tinggal di Indonesia sampai dengan tanggal 20 September 2020. Karena dalam keadaan terpaksa, pepanjangan izin tinggal ini secara otomatis tanpa harus datang ke kantor imigrasi.

“Kami menghimbau kepada masyarakat untuk segera melaporkan apabila ada informasi mengenai WNA yang melakukan tindakan yang meresahkan di lingkungan sekitar,” pungkasnya. (yp)

News Feed