oleh

Imbas Covid-19, Proyek Bangunan Senilai Rp 185 Miliar Ngadat

Surabaya, (afederasi.com) – Proyek pembangunan gedung baru senilai Rp 185 Miliar di RSUD dr Soewandhie Surabaya, disinyalir meleset dari target penyelesaian lantaran terdampak pandemi Covid-19. Proyek yang harusnya selesai pada bulan Desember tahun ini, harus diperpanjang hingga akhir Januari 2021.

Kabid Bangunan Gedung Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang (DPRKPCKTR) Surabaya Iman Krestian membenarkan adanya perlambatan tersebut.

“Kan karena pandemi tidak boleh berkumpul tukang yang banyak, ada pembatasan PSBB beberapa bulan kemarin, dan untuk mendatangkan material itu juga agak kesulitan,” ungkap Iman saat dikonfirmasi, Kamis (26/11/2020).

Iman mengungkapkan, apabila dilihat berdasarkan kontrak, proyek pembangunan gedung dengan anggaran Rp 185 Milliar tersebut, semestinya rampung pada tanggal 6 Desember 2020. Akan tetapi saat puncak pandemi beberapa waktu lalu, ditambah penerapan PSBB, pengerjaan menjadi terdampak.

Menurutnya, kendala lainnya yakni sulitnya mendatangkan material. Ia mengakui bahwa beberapa bulan lalu nyaris tak ada pengerjaan yang berjalan. Kendati progres pengerjaan untuk saat ini sudah mencapai 90 persen, namun hingga 6 Desember nanti kemungkinan progresnya baru mencapai 97 persen. 

Baca Juga  33 Kelurahan di Kota Pahlawan Nol Kasus Covid-19

“Tiga persen sisanya itu pengerjaan yang sifatnya butuh waktu, meskipun secara progresnya cuma sedikit,” ujarnya.

Dirinya juga menjelaskan bahwa Pemkot tak bisa memaksakan kontraktor, apalagi, Pemkot menuntut menginginkan hasil yang maksimal. Kondisi yang merupakan dampak pandemi itu memungkinkan untuk memberi perpanjangan masa pengerjaan. Namun, Pemkot sebelumnya telah berkoordinasi dengan kejaksaan serta pakar hukum terkait hal itu.

“Secara undang-undang apalagi kondisinya juga bukan kesalahan kontraktor jadi dilakukan perpanjangan masa pelaksanaan,” kata Iman.

Secara umum lanjutnya, proyek pembangunan di Surabaya memang terdampak lantaran wabah virus ini. Bahkan, tak hanya dari segi pengerjaan, melainkan juga dari sisi anggaran.

“Ada yang terhutang, beberapa pekerjaan ada yang dilakukan pembayaran tahun depan,” pungkas Iman. (dwd/yp)

News Feed