oleh

Hutan TN Baluran Terbakar, Asap Tebal Sempat Ganggu Jarak Pandang Lalu Lintas Pantura

Situbondo, (afederasi.com) – Jalan pantura hutan Taman Nasional Baluran Situbondo nyaris lumpuh, lantaran kebakaran hutan yang terjadi di kilometer 218 arah Surabaya, Minggu (30/8/2020). Kepulan asap yang memenuhi badan jalan menjadi pemicu macetnya arus lalu lintas, lantaran jarak pandang pengemudi hanya tiga sampai enam meter saja.

Dugaan sementara, pemicu kebakaran adalah akibat kelalaian manusia, musim kemarau yang menyebabkan pohon jati kering, serta kondisi cuaca yang sangat panas menyebabkan ranting dan daun jati yang kering mudah terbakar. Kuat dugaan adalah puntung rokok yang menyebabkan awal terjadinya kebakaran, kebakaran kian meluas lantaran kondisi angin juga sangat kencang

Informasi yang dihimpun, kebakaran hutan ini merembet dari kilometer 218 hingga 222 pada sisi utara, sementara pada sisi selatan dipastikan aman. Petugas yang datang ke lokasi kejadian harus berjibaku memadamkan api dengan klip on tas, mobil pemadam dna juga ranting basah. Namun kencangnya tiupan api dan besarnya kibaran api membuat petugas akirnya membuat sekat ilaran agar api tidak terus merembet.

Baca Juga  Tiga Pejabat RSU Abdoer Rahem Reaktif, Hasil Tracing Jamaah Masjid

“Kami lakukan pemadaman, alahamdulilah kita dibantu polsek bpbd sehingga bisa kita atasi. Upayanya ya kami padamkan dengan mobil mobil pemadam itu, lalu kita juga upayakan untuk melakukan penyekatan agar kebakaran tidak meluas,” tegas Kepala TN Baluran, Pudjiadi.

Hingga berita ini ditulis, belum dipastikan berapa luas lahan yang sudah dilalap si jago merah itu. Namun, dari kejadian pagi hingga siang diperkirakan baru 1 hektar hutan yang terbakar.  Namun yang jelas, sepanjang sekitar 10 kilometer lahan yang berada di sisi utara jalan pantura diketahui sudah hangus dilalap api.

Pantauan di lokasi, akibat kebakaran hutan ini, jalan raya pantura semapat terganggu karena tebalnya asap yang menutup jalan. Bahkan, beberapa kali jalan harus mengalami kemacetan karena kendaraan melambat. Sejumlah eptugas taman ansional dan warga juga bergotong royong membantu mengatur lalu lintas. Warga yang ikut mengatur arus lalin ini, menghimbau semua pengemudi kendaraan untuk memperpambat laju kendaraannya, lantaran jarak pandang hanya 3 hingga 6 meter saja.

“Ya dijaga warga mas, soalnya jarak pandang ini cuma beberapa meter saja. Jadinya kami juga melambatkan laju kendaraan, selain itu kondisinya cukup mengganggu pernafasan juga ini,” terang Heru, salah satu pengguna jalan yang melintas.

Baca Juga  Tolak Pengembangan RS Mitra Sehat, Warga Datangi DLH

Ironisnya, dalam kondisi jalur pantura nyaris lumpuh total, tidak ada petugas dari Satuan Lalu Lintas Polres Situbonso yang berjaga. Padahal, kondisi jalan saat ini cukup berbahaya dan memicu kemacetan panjang jika tidak dilakukan pengaturan arus lalin. (ari/am)

News Feed