oleh

Hindari Tim Swab Hunter, Ini yang Dilakukan Muda-mudi Kota Pahlawan

Surabaya, (afederasi.com) – Muda-mudi Kota Pahlawan ternyata tak kehabisan akal untuk menghindari Tim Swab Hunter yang digencarkan Pemkot Surabaya. Selain memilih tempat yang dirasa aman dari operasi, mereka ternyata juga merubah waktu nongkrong dari malam menjadi siang atau sore hari.

E, kepada afederasi.com mengungkapkan, bahwa ia bersama teman-temannya kini lebih memilih nongkrong diwaktu siang dan sore hari. Bahkan ketika pukul 20.00 WIB, semua sudah kembali ke rumah masing-masing.

“Saya lihat berita dan info dari teman-teman jika sudah banyak yang kena razia. Daripada ambil resiko, ya mending sore aja sampai pukul 20.00 WIB,” ungkap E saat diwawancarai reporter afederasi.com disalah satu warung kopi kawasan Surabaya Pusat, Senin (19/10/2020).

Untuk lokasinya sendiri lanjut E, ia mengatakan tidak memilih satu lokasi tetap. Terapi berpindah-pindah setiap harinya. Bisa saja hari ini dikawasan Surabaya selatan, kemudian besok pindah ke Surabaya utara. Selain itu, mereka juga terkadang berkumpul disalah satu rumah teman yang sedang sepi.

Meskipun sudah menjalani rapid test dengan hasil non reaktif beberapa waktu lalu, E mengaku bahwa razia yang dilakukan oleh tim swab hunter ini membuat banyak sekali temannya semakin malas untuk nongkrong di warung.

Baca Juga  Satgas Covid-19 Lakukan Uji Rapid Tes, Pengunjung Pasar dan Pertokoan

“Kalau untuk datang ke rumah sih jarang, soalnya daerah rumah saya ini lagi ada pengawasan ketat kalau orang luar mau datang. Mending siang saja,” ujarnya.

Selain E, salah satu narasumber perempuan yang ditemui reporter afederasi.com menjelaskan, tongkrongan bersama teman-temannya seringkali di mall ataupun cafe kelas menengah keatas. Dirinya mengaku selama nongkrong belum pernah melihat pihak dari tim swab hunter. 

“Biasa aja sih. Kalau dulu Satpol PP datang waktu aku nongkrong di cafe, cuman ya ingetin doang buat maskernya dipakai, jangan diturunin,” kata dia.

Sementara itu Kabag Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara mengakui, sejak adanya Tim Swab Hunter di Surabaya, kerumunan dan tempat usaha yang kurang disiplin protokol kesehatan sudah menurun. Artinya, kerumunan sudah semakin berkurang dan pemilik usaha lebih memperketat protokol kesehatan.

“Kalau dilihat sendiri, misalnya di tempat-tempat banyak tongkrongan ada perubahan, mereka menerapkan protokol kesehatan di tempat kerjanya. Mulai membaik, terkait kepedulian pengusaha menerapkan protokol kesehatan,” papar Febri.

Dirinya mengklaim hal tersebut juga terlihat saat malam hari. Di mana muda-mudi yang nongkrong sudah berkurang. Seperti pada hari Sabtu (17/10/2020) malam sudah terlihat berkurang. Masyarakat pun sudah mulai mengerti dan lebih sadar pentingnya protokol kesehatan.

Baca Juga  Program Minggu Pertanian Hanya Diikuti 14 Pegiat UKM

“Kenapa kok kita malam, karena menurut ahli, penyakit ini menyerang saat imun tidak bagus. Malam digunakan untuk istirahat. Kalau begadang imunitas kita akan turun dan Covid-19 mudah menyerang. Walaupun dampaknya kecil kepada anak muda, tapi belum tentu dampaknya sama ke orang tua,” jelasnya.

Oleh karena itu, Pemkot Surabaya berupaya agar mata rantai penyebaran segera putus. Sebab, ketika virus ini sudah tidak menular lagi dan tidak dapat inang untuk hidup, maka angka penularan juga akan menurun.

“Kalau melihat beberapa minggu ini, kepedulian masyarakat semakin meningkat, memang tidak mudah untuk mengubah suatu kebiasaan. Sejak Swab Hunter muda mudi yang nongkrong sudah menurun, efeknya sudah lumayan,” pungkas Febri. (dwd/yp)

News Feed