oleh

Hidup Sebatang Kara, Pemulung Ini Ditemukan Tewas di Depan Rumahnya

Tulungagung, (afederasi.com) – Tinggal sebatang kara, Wakidi (62) seorang pemulung asal Desa Bangoan ditemukan tewas didepan rumahnya masuk Desa Gendingan Kecamatan Kedungwaru pada Senin (1/6/2020) pagi. Diduga, korban meninggal dunia karena penyakit paru-paru basah yang lama diidapnya.

Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia melalui PS Paur Humas Bripka Endro Purnomo mengatakan, kejadian tersebut pertama kali diketahui oleh Sumiatin yang tak lain adalah saudara dan tetangga korban. Sekitar pukul 05.30 WIB, saksi ini melihat korban sudah berada di depan pintu rumahnya dalam keadaan telungkup.

“Korban terlihat hanya menggunakan sarung tanpa menggunakan baju,” katanya.

Karena saksi tidak berani mendekat lanjut Endro, akhirnya ia memberitahu tetangga sekitar. Setelah dicek, ternyata korban sudah dalam keadaan meninggal.

“Selanjutnya saksi melaporkan kejadian tersebut ke perangkat desa dan polsek setempat,” terangnya.

Endro melanjutkan, berdasarkan hasil visum luar dan hasil olah TKP, petugas tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Diduga, korban meninggal karena sakit paru-paru basah yang dideritanya kembali kambuh. Hal tersebut dikuatkan dengan keterangan sejumlah saksi bahwa korban sempat dirawat di RSUD dr Iskak pada 12 Mei hingga 22 Mei 2020.

“Korban ini tinggal seorang diri di rumah sekitar 2 bulan yang lalu,” imbuhnya.

Masih menurut Endro, menurut keterangan saksi korban ini berprofesi sebagai pemulung. Ia diketahui telah bercerai dengan istrinya pada tahun 2013 silam dan sempat berpindah-pindah tempat tinggal.

“Anak kandungnya tinggal di Desa Bangoan, sedangkan mantan istrinya bekerja di Malaysia,” jelasnya.

Endro menambahkan, karena pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi, akhirnya jenazah korban kembali diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

“Pihak keuarga juga bersedia membuat surat pernyataan,” tukasnya. (yp).

News Feed