oleh

Hendak Antar Sabu, Tukang Bangunan Diciduk Polisi

Tulungagung, (afederasi.com) – Seorang tukang bangunan asal Kelurahan Bago Kecamatan Tulungagung bakal merasakan tinggal di dalam jeruji besi. Pasalnya, pria yang berinisial TR (32) ini diduga juga menjadi pengedar sabu. Bahkan saat ditangkap, TR ini sedang menggenggam sabu yang akan dihantarkannya pada Rabu (26/8/2020) malam,

Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia melalui Paur Humas Ipti Nenny Sasongko mengungkapkan, tertangkapnya TR ini bermula dari informasi yang diterima anggota Polsek Boyolangu. Bahwasaanya, di wilayah hukum Polsek Boyolangu terdapat peredaran narkoba.

“Saat dilakukan penyelidikan, ternyata beberapa petunjuk mengarah ke daerah Kelurahan Bago,” katanya.

Nenny melanjutkan, dari bahan keterangan tersebut akhirnya petugas langsung menelusuri keberadaan tersangka. Petugas juga menunggu momen yang tepat agar operasinya ini berhasil.

“Nah, saat TR ini hendak mengantar sabu pesanannya, petugas langsung mengamankannya,” terangnya.

Masih menurut Nenny, ketika itu TR tidak bisa mengelak. Sebab, barang bukti berupa serbuk kristal yang diduga sabu dibawanya. Untuk keperluan pemeriksaan, akhirnya TR langsung diamankan di Polsek Boyolangu.

Baca Juga  Antisipasi Paceklik, Bulog Targetkan 12 Ribu Ton Beras

“Saat diinterograsi TR ini mengakui perbuatannya,” imbuhnya.

Kepada petugas, TR mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari Madiun. Menurutnya, setiap poket sabu dibeli seharga Rp 200 ribu. Kemudian olehnya dijual seharga Rp 250 ribu.

“Saat membeli sabu, TR bertransaksi dengan cara diranjau. Namun saat menjual dilakukan dengan cara bertemu langsung dengan pembelinya,” ungkapnya.

Selain mengedarkan, ternyata TR ini juga mengkonsumsi sabu tersebut. Hal ini dikuatkan dengan hasil tes urin yang menyatakan positif.  Alasannya, agar tidak mudah lelah saat dibuat bekerja. TR juga mengaku baru dua minggu menjalankan bisnisterlarang ini.

“Ia nekat menjual untuk menambah biaya penghasilan,” jelasnya.

Selain menahan TR, polisi juga menyita barang bukti berupa dua bungkus plastik klip warna putih bening berisi serbuk kristal yang diduga sabu-sabu, sebuah bong dari botol coca-cola isi 300 ml yang berisi air yang diduga dipergunakan sebagai alat menghisap shabu-shabu.

Kemudian uang tunai sebesar Rp 200 ribu, sebuah hp merk Infinix note 8, sebuah timbangan, empat buah pipet yang ada serbuk kristal diduga sabu-sabu dan sebuah korek api.

Baca Juga  Andalkan Pemasaran Digital, 50 Persen IKM Kembali Beroperasi

Nenny menambahkan, kini kasus tersebut masih dalam proses penyidikan. Petugas juga masih mendalami siapa saja orang yang pernah transaksi dengannya.

“Atas perbutannya, tersangka bakal dijerat dengan pasal Pasal 114 ayat (1) sub pasal 112 ayat (1) UURI no 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman 15 tahun penjara,” pungkasnya. (yp)

News Feed