oleh

Hasil Swab Tujuh Anggota Kelompok Luring di Pagerwojo dilaporkan Negatif, Proses Tracing Masih Berjalan

Tulungagung, (afederasi.com) – Tim gugus tugas percepatan penanganan (GTPP) Covid-19 Tulungagung mengungkapkan hasil pemeriksaan swab terhadap tujuh orang anggota kelompok belajar luar jaringan (luring) di Kecamatan Pagerwojo diketahui hasilnya negative.

“Hasilnya swab terhadap tujuh orang anggota kelompok Alhamdulillah negative,” ungkap wakil juru bicara tim GTPP Covid-19 Tulungagung, Galih Nusantoro ketika dikonfirmasi afederasi.com, Rabu (12/8/2020).

Galih menuturkan kendati hasil swab dari ketujuh orang itu negative, namun proses tracing yang dilakukan oleh tim reaksi cepat (TRC) bidang kesehatan masih terus berjalan. Hal ini untuk mengetahui zero point (sumber penularan) terhadap pasien ERZ (9) yang terkonfirmasi positif Covid-19.

“Proses tracing tetap dilakukan untuk mengetahui zero pointnya. Dan rencana akan dilakukan terhadap penghuni rumah yang digunakan untuk kegiatan luring tersebut,” katanya.

Disinggung kenapa tracing dilakukan terhadap penghuni rumah tersebut, kata Galih, karena pasien terkonfirmasi positif Covid-19 melakukan kegiatan di rumah tersebut. Disamping itu juga ada penghuni rumah yang kini mengalami batuk pilek dan nyeri tenggorokan.

“Jadi pengambilan swab terhadap penghuni rumah tersebut sangat diperlukan, agar bisa segera memutus rantai penyebaran Covid-19,” ujarnya.

Terkait kondisi ERZ saat ini dalam kondisi kesehatan yang cukup bagus, karena sudah mendapatkan pengobatan kurang lebih selama empat hari. Serta pengawasan dari dokter puskesmas setempat.

“Kondisi anaknya baik, kini dia menjalani karantina mandiri dirumahnya. Untuk suplai makanan maupun obat – obatan juga sudah kami kirimkan,” katanya.

Sebelumnya, pasien berinisial ERZ yang berasal dari Kecamatan Pagerwojo ini diduga tertular Covid-19 dari ayahnya. Yang mana, ayah ERZ yang berencana akan berangkat ke Brunei Darussalam melakukan rapid test di Ponorogo sebagai syarat berangkat.

Dari hasil uji rapid diagnostic test (RDT) terhadap ayah ERZ diketahui reaktif. Sehingga petugas melakukan pengambilan swab terhadap keluarga dan dirinya. Hasilnya seluruh keluarga dinyatakan negatif kecuali ERZ.

Selanjutnya petugas melakukan pengembangan penelusuran dengan orang-orang yang kontak dengan ERZ. Diketahui ERZ yang masih berusia 9 tahun sempat mengikuti pembelajaran luring.

Untuk itu petugas melakukan pengambilan swab terhadap tujuh orang anggota luring. “Terdiri dari 5 teman kelompok ERZ dan 2 orang guru pengajar. ERZ sendiri terkonfirmasi positif Covid-19 pada 9 Agustus lalu,” jelasnya.

Galih menambahkan, untuk kegiatan luring di kelompok tersebut untuk sementara waktu masih dihentikan.  Namun, dengan adanya temuan ini dapat menjadi bahan evaluasi kegiatan luring di daerah lainnya. Yaitu untuk memperketat protokol kesehatan dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran tatap muka.

“Ini bisa buat bahan evaluasi dalam proses pembelajaran tatap muka. Yaitu dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Baik dalam bentuk kecil maupun sedang,” imbuhnya. (dn)

News Feed