oleh

Hasil Denda Masker Masih Rp 6.5 Juta

Situbondo, (afederasi.com) –  Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Situbondo dan Satpol PP menggelar razia yustisi, di jalan raya pelabuhan Kalbut Desa Semiring, Kecamatan Mangaran, Situbondo, Jawa Timur, Kamis (01/10/2020). Razia ini menyasar pengguna jalan yang tidak mematuhi prosedur kesehatan (prokes) dan melanggar lalu lintas.

Ada yang menarik dalam razia kali ini, ternyata tidak hanya yang melanggar mendapatkan sanksi, masyarakat yang dianggap tertib prokes dan lalu lintas juga diberhentikan, dan diberi reward berupa hadiah. Beragam hadiah diberikan petugas kepada pengguna yang tertib, mulai dari helm, jaket, tumber air, hingga alat pengaman anti maling motor.

Tidak sedikit pengguna jalan yang protes, lantaran merasa sudah lengkap tetapi masih terjaring razia. Masyarakat pengguna ini ternyata tidak tahu, juka dirinya aian kendapatkan hadian lantaran tetib berlalu lintas dan disiplin prokes.

“Awalnya saya protes waktu diberhentikan, karena saya merasa lengkap. Eh gak tahunya dapat hadiah, ya senang lah pak saya juga terimakasih ke polisi,” beber Hanif, salah satu pengguna jalan yang diberi hadiah, lantaran terpilih sebagai pengendara teladan.

Baca Juga  Tiga Warga Binaan Rutan Situbondo Terpapar Corona

Dalam razia ini petugas gabungan masih menemukan pelanggaran, dan langsung diberikan sangsi adminitrasi. Meski demikian diakui, jika kerapnya razia digelar bisa menekan angka pelanggaran.

Kasat Lantas Polres Situbondo, AKP Indah Citra Fitriani, menegaskan jika angka pelanggaran yustisi sudah menurun hingga 40 persen. Disebutkan, dalam setiap razia selalu ada jumlah penurunan pelanggaran.

“Kita beri reward agar sebagai bentuk kepedulian bahwa masyarakat yang patuh juga kita perhatikan  hanya mereka yang melanggar yang kita beri sangsi. Karapnya razia juga terbukti penurunanya cukup signifikan untuk kepatuhan. Karena selama satu jam ini baru dua yang tejraring gak pakai masker,” jelas Indah.

Seperti diketahui, sanksi pelanggaran prokes ini bisa dikenakan denda antara 50 hingga 150 ribu rupiah, termasuk sanksi menyanyikan lagu kebangsaan, bahkan membaca sholawat bagi yang beragama islam.

Sejauh ini petugas sudah menindak sedikitnya 1185 pelanggar, 124 orang diantaranya terpaksa mendapatkan sanksi denda. Total denda yang terkumpul hingga sekarang, mencapai Rp 6.5 juta. (ari/am)

News Feed