oleh

Gerebek Gudang di Gunung Anyar, 8 Kg Sabu Diamankan

Surabaya (afederasi.com) – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur menggrebek sebuah ruko di kawasan Gunung Anyar, Surabaya, Rabu (9/9/2020) petang. Dari hasil penggerebekan itu, BNNP Jatim mengamankan 8 kilogram sabu yang siap diedarkan di seluruh wilayah Jawa Timur.

Selain itu, tiga orang berhasil diamankan. Mereka adalah SW asal Jember, RD dari Sampang, dan SP dari Semarang. Ketiganya ditangkap setelah melakukan transaksi di ruko tersebut.

Kepala BNNP Jawa Timur Brigjen Bambang Priyambadha mengatakan, tiga orang ini sebelum ditangkap telah diintai oleh anggotanya. Mulai dari Jember hingga Sampang dan sampailah pada pertemuan di Ruko Gunung Anyar.

“Bahwa dari informasi yang didapat penyelidik dari masyarakat, diperoleh ada pengiriman kemudian penyelidik dari bidang berantas BNNP Jatim melaksanakan penyelidikan. Ada dua tim yang mengikuti di Jember dan Sampang, maka pada hari ini mereka datang semua ketemu di sini (Ruko Gunung Anyar),” ungkap Bambang saat berada di lokasi.

Bambang menjelaskan, menurut pengakuan tersangka SW dan RD, keduanya hanya disuruh mengambil barang di Surabaya. Namun, mereka tidak tahu baranng apa yang akan diambil.

Baca Juga  Relawan Suramadu dan PGN Siap Menangkan MAJU

“Ternyata menurut pengakuan SW dan RD, mereka disuruh mengambil barang (sabu-sabu) di ruko ini. Maka kita lakukan penangkapan dan penggeledahan di ruko ini,” ujarnya.

Sementara itu, dari penggrebekan ini Bambang menyatakan, ada 8 kilogram sabu yang siap diedarkan oleh pelaku dengan kemasan magnisium sitrat. Dimana barang haram tersebut langsung dikirim dari bandar narkoba di Malaysia.

“Ditemukan beberapa bungkus sabu, dan saat ini kita peroleh 8 kg sabu. Barang ini dari malaysia dikirim langsung ke gudang sini (Surabaya), kemudian dikirim kurir ke pemesan-pemesan seluruh Surabaya dan Madura,” kata Bambang.

Ia juga menceritakan modus tiga pelaku mendapatkan sabu dan mengirim barang haram ini. Menurutnya, untuk mengelabuhi petugas mereka membungkus sabu dengan magnesium dan dimasukkan dalam karton besar.

“Ngakunya dapat barang dari bos Malaysia, ini dikemas seperti bungkus magnesium sitrat. Jadi dibungkus sedemikian rupa ada delapan karton besar, nanti kita cek yang lain. Sementara ini yang kami dapat,” paparnya.

Dikesempatan ini, Bambang menyampaikan akan mengembangkan kasus ini. Pasalnya, ia memprediksi masih ada barang lain yang disimpan pelaku. Akan tetapi, untuk sementara ini ia menangkap tiga orang yang berperan sebagai penjaga ruko, dan dua kurir.

Baca Juga  Pencuri HP Terungkap Berkat CCTV

“Saat ini baru kita amankan tiga orang dan barang bukti ada 8 kg sabu. Pelaku juga dijanjikan mendapat komisi Rp 30 juta untuk pengiriman, yakni peran peran pelaku yang kita amankan satu penjaga gudang dan dua kurir,” pungkas Bambang.

Di kesempatan yang sama, tersangka SP mengaku ditawari mendapatkan pekerjaan untuk memasarkan Kalsium tumbuhan. Namun, saat penggrebekan ini dia pun kaget, karena barang tersebut ternyata narkotika jenis sabu.

“Jadi dibilangnya saya ditawarin mau memasarkan lebih banyak di Indonesia, karena nyari kerja juga langka kan, saat itu saya keluar dari proyek bulan Februari lalu dan diterima di sini. Saya mau saja, karena katanya kan kalsium tumbuhan,” tutur SP.

Dirinya juga mengakui, selama ini pengiriman barang dari Ruko di Gunung Anyar ini paling banyak mengarah ke Lamongan. Ia pun juga tidak curiga, karena tahunya memang kalsium untuk tumbuhan.

“Yang beli dalam jumlah besar Lamongan, ini dikirim dari DHL, saya gak tau, taunya ya kalsium tumbuha,” papar dia.

Baca Juga  Pencuri HP Terungkap Berkat CCTV

Tak hanya itu, SP juga mengaku selalu ada orang yang mengambil barang di Gudang. Tapi ia sendiri tidak hafal dengan orang-orang tersebut. SP yang juga asal Semarang juga mengatakan baru tinggal di Surabaya tiga bulan. Ia juga mengaku kaget setelah ditemuinya barang di gudang tersebut ternyata berisi sabu.

“Saya tinggal disini udah tiga bulanan, aslinya Semarang. Ya itu tadi, taunya Kalsium untuk tumbuhan, karena di sini itu dijadikan untuk gudang penyimpanannya bukan kantor,” tutup (dwd/yp)

News Feed