oleh

Gemar ke Kafe, Karyawan Penggilingan Tebu Nekat Curi Motor

Tulungagung, (afederasi.com) – Seorang karyawan penggilingan tebu di Desa Panjer Kecamatan Rejotangan diamankan tim gabungan dari Polres Tulungagung dan Polsek Rejotangan pada Sabtu (19/9/2020) dini hari.

Pasalnya, pria yang berinisial YH alias Gombloh (23) warga Desa Kalibatur Kecamatan Kalidawir ini diduga telah mencuri sepeda motor Honda Supra AG 5214 QZ milik teman kerjanya yakni Roni (48) warga Desa Sidorejo Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar.

Perbuatan YH ini ternyata bukanlah yang pertama kalinya. Ia kerap melakukan perbuatan serupa di sejumlah TKP. Motifnya, karena YH membutuhkan uang untuk pergi kafe.

Tak hanya YH, polisi juga berhasil mengamankan SB (51) warga Desa/Kecamatan Tanggunggunung yang diduga sebagai penadah barang-barang hasil curian dari YH.

“Dari hasil pemeriksaan, ternyata YH sudah beberapa kali melakukan pencurian,” tegas Kapolsek Rejotangan AKP Heri Poerwanto kepada afederasi.com, Minggu (20/9/2020).

Diantaranya lanjut Heri, pencurian sepeda motor Suzuki Smash di daerah Sine, Yamaha Jupiter di area Kalidawir, genset, alat-alat las, hingga pupuk.

Heri mengungkapkan, kasus pencurian dengan pemberatan tersebut berhasil terungkap berkat laporan korban ke polisi. Bahwasannya, sepeda motor korban yang diparkir di garasi tempat kerjanya telah hilang pada Kamis (17/9/2020).

Baca Juga  Pimpin Apel Hari Santri Nasional, Ini Pesan Bupati Maryoto

“Jadi di TKP itu ada dua sepeda motor yang kuncinya dalam keadaan menancap. Nah yang hilang hanya yang motor Honda Supra,” katanya.

Mendapat aduan tersebut lanjut Heri, pihaknya langsung melakukan penyelidikan termasuk melakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi. Hasilnya, petugas mencurigai YH yang tak lain adalah rekan kerja korban.

“Saat itu petugas bersama anggota Polres Tulungagung langsung mencari keberadaan YH. Setelah ditemukan, pelaku langsung diinterograsi dan iapun mengakui perbuatannya,” jelasnya.

Kepada petugas, YH mengaku usai mencuri motor tersebut langsung menjualnya kepada SB seharga Rp 3 juta. YH juga mengaku sudah sering menjual motor hasil curiannya yakni Suzuki Samash dan Yamaha Jupiter kepada SB ini.

“Karena unsur-unsurnya sesuai pasal 480 ke 1e terpenuhi, akhirnya SB diciduk sekalian,” bebernya.

YH juga mengaku uang hasil penjualan motor yang dicurinya digunakan untuk pergi ke kafe.

Heri menambahkan, saat ini kasus tersebut masih terus didalami petugas. Tidak menutup kemungkinan, keduanya ini juga pernah melakukan perbuatan melawan hukum di tempat lain.

Baca Juga  Mengenal Muhammad Dimas, Peraih Sarjana dan Predikat Lulusan Termuda ITS Surabaya

“Atas perbuatannya, YH bakal dijerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara,” pungkasnya. (yp)

News Feed