oleh

Gelapkan Uang Perusahaan Rp 724 Juta, Peraih Peringkat 3 Olimpiade Nasional Matematika Dibui

Tulungagung, (afederasi.com) – RY (26), warga Desa Pelem Kecamatan Pare Kabupaten Kediri yang pernah meraih peringkat 3 Olimpiade Nasional Matematika ini bakal merasakan pengabnya jeruji besi. Pasalnya, ia diduga menggelapkan uang perusahaannya mencapai 724 juta. Kini, kasus tersebut tengah ditangani Unit Pidana Umum (Pidum) Satreskrim Polres Tulungagung.

Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia melalui Kasatreskrim AKP Ardyan Yudo Setyantono mengungkapkan, terungkapnya kasus tersebut bermula pada awal tahun 2020 yang lalu. Ketika itu, perusahaan di tempat bekerja tersangka ini curiga lantaran banyak tagihan yang mencapai ratusan juta belum masuk.

“Setelah dilakukan audit, ternyata banyak ditemukan order fiktif,” katanya.

Merasa dirugikan akhirnya sales manajemen perusahaan yang bergerak dibidang makanan ringan tersebut memilih melaporkannya ke polisi. Saat menjalani pemeriksaan, RY ini mengakui semua perbuatannya. Adapun modus yang digunakan, RY membuat order fiktif dengan memakai nama toko-toko besar di Tulungagung.

“Setelah makanan dikirim oleh perusahaan, barang-barang tersebut oleh RY dijual ditempat yang lain dengan harga yang lebih murah,” terangnya.

Baca Juga  Perankan 57 Adegan, Begini Detail Pengeroyokan di Desa Nyawangan

Motifnya, RY ingin cepat mendapatkan uang. Dimana uang tersebut untuk melunasi hutang sebesar Rp 160 juta di perusahaan yang sama juga. Namun saat itu, RY masih bekerja di kantor Kediri. Setelah itu, RY mengajukan pindah ke area Tulungagung.

Sekilas, hutang sebesar Rp 160  juta tersebut memang sudah lunas. Tapi RY memiliki hutang atau tanggungan baru yang lebih besar di Tulungagung.

Setelah RY diperiksa sebagai saksi ternyata ia malah melarikan diri. Bahkan, ia diketahui juga pernah bersembunyi di luar kota dan Bali,

“Nah, 3 Oktober kemarin petugas mendapat informasi jika RY sedang berada di daerah Badas Kecamatan Pare Kabupaten Kediri. Petugas langsung mengamankannya,” terangnya.

AKP Ardyan Yudo mengungkapkan, kepada petugas, RY juga mengaku pernah meraih olimpiade nasional matematika dengan menyabet juara ketiga.

Atas perbuatannya, tersangka bakal dijerat dengan pasal 374 KUHP tentang penggelapan dengan jabatannya dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara. (er/yp)

News Feed