oleh

Gelapkan Uang Miliaran, Notaris Top Kota Pahlawan Diamankan

Surabaya, (afederasi.com) – Notaris terkenal dari Kota Pahlawan Surabaya yang berinisial DV diamankan anggota Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim. Ia diduga telah melakukan penipuan dan penggelapan uang mencapai miliaran rupiah. Bahkan korbannya mencapai belasan.

Kasus ini baru terungkap setelah DV meminjam uang kepada Parlindungan, dan menjanjikan akan membayarnya dengan cek. Namun saat jatuh tempo, ternyata cek tersebut saldonyo kasong.

Dirkrimum Polda Jatim Kombes Pol Pitra A. Ratulangie mengatakan, kejadian tersebut bermula pada bulan Februari yang lalu di kantor Jalan Pahlawan No 30. Ketika itu, DV meminjam uang dengan mengatakan akan mendapatkan perjanjian kerja (Offering Letter) dari sebuah Bank. Namun dalam penyidikan, ternyata OL tersebut fiktif.

“OL itu menurut Devi adalah persetujuan kredit kepemilikan rumah (KPR) dengan nilai Rp 1 Miliar, dan pembuatan akta pengakuan hutang dan Jaminan senilai Rp 5 Milyar,” terangnya.

Pitra melanjutkan, karena keduanya sudah saling kenal akhirnya korban percaya dan meminjamkan dananya. Korban waktu itu berfikir, kalau uangnya akan kembali lagi. Sebab, tersangka menjanjikan uang akan dikembalikan selang 7 sampai 10 hari saja.

Baca Juga  Kejari Tanjung Perak Selamatkan Uang Negara Ratusan Juta

“Korban akhirnya mentransfer uang senilai total Rp 4,3 miliar dengan jaminan cek Bank Jatim No. ED 073702 Tanggal 21-2-2020 sekitar Rp 3,6 Milyar,” jelasnya.

Begitu jatuh tempo lanjut Pitra, korban langsung datang ke Bank Jatim Cabang Raya Darmo Surabaya, dengan maksud untuk mencairkan dana dari cek tersebut. Namun, cek ditolak oleh bank karena dana tidak cukup, sehingga korban dirugikan senilai Rp 4,3 milyar.

“Pelaku ini patut diduga melakukan tindak pidana penipuan dan atau penggelapan sebagaimana dimaksud dalam pasal 378 KUHP dan atau pasal 372 KUHP,” pungkas Dirkrimum.

Untuk diketahui, berdasarkan hasil penyidikan ternyata ada banyak korban lain. Diantaranya dari Unit III Asusila Subdit IV Renakta terdapat 15 (lima belas) Laporan Polisi dengan tersangka DV.

Modusnya hampir sama yakni pelaku menawarkan keuntungan dari awal, namun ditahun 2020 tidak dilakukan pembayaran sampai sekarang dan cek yang diberikan juga tidak dapat dicairkan dengan alasan rekening ditutup sehingga korban dirugikan.

Kemudian laporan di Subdit I Kamneg Ditreskrimum Polda Jatim ada 2 laporan polisi, juga terkait dugaan tindak pidana penipuan dan atau penggelapan sebagaimana dimaksud pasal 378 KUHP dan atau pasal 372 KUHP dengan pelapor Antok Yuri.

Baca Juga  Sebarkan Ujaran Kebencian, IRT Diciduk Ditreskrimsus Polda Jatim

Pelaku ini pinjam uang kemudian diberian jaminan 3 cek dan ternyata rekening ditutup dan pelpaor dirugikan senilia Rp 3,4 miliar.

Selanjutnya, korban atas nama Tjokro dengan modus pelaku menawarkan obyek tanah. Perkembangannya, ternyata obyek tanah tersebut tidak dijual kepada korban melainkan dijual ke orang lain dimana dengan cara dibuat akta PPJB dan kuasa jual palsu kerugian senilai Rp 1,1 miliar.

Barang bukti yang diamankan puluhan cek diantaranya, 1 (satu) lembar asli Bukti transfer ke Rek BCA No. 329-3342888 tanggal 31/01/2020 senilai Rp 1,1 miliar 1 (satu) lembar asli Bukti transfer ke Rek BCA No. 329-3342888 tanggal 28/02/2020 senilai Rp 2,9 miliar.

1 (satu) lembar asli Bukti slip pemindahan dana antar rekening BCA tanggal 28 Februari 2020 ke rek. 3292580000 an Devy senilai Rp. 600 juta, 1 (Satu) lembar asli Cek Bank Jatim No. ED 073702 Tanggal 21-2-2020 senilai sekitar Rp 3,6 miliar. (al/yp)

News Feed