oleh

Gasak Ponsel, Residivis Bertato Kembali Dibui

Tulungagung, (afederasi.com) – Seorang residivis berinisial YD (31) warga Desa Tulungrejo Kecamatan Karangrejo bakal kembali mendekam di bui. Pasalnya, pria bertato tersebut diduga kembali mencuri dua buah ponsel milik Happy Novasila Maharani (20) warga Desa Sukowiyono.

Dari tengan tersangka, polisi menyita barang bukti berupa sebuah ponsel merk OPPO A5S warna hitam beserta dosbox, sebuah tas warna hitam, dan satu unit sepeda motor Honda Beat AG 2436 RB berikut STNK.

Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia melalui PS Paur Humas Bripka Endro Purnomo mengatakan, kasus pencurian tersebut terjadi pada Kamis (25/7/2020) yang lalu. Ketika itu, korban melaporkan jika dua buah ponselnya yang berada di dalam rumah yakni Oppo A5S dan Oppo A83 tiba-tiba tidak ada ditempatnya.

“Dari laporan tersebut akhirnya petugas melakukan penyelidikan,” katanya.

Endro melanjutkan, sejumlah saksi juga sudah diminta keterangannya hingga melakukan olah TKP. Ketika itu, petugas hanya mengantongi ciri-ciri orang yang diduga sebagai pelaku yakni berbadan kurus dan ada tato pada tangannya.

Baca Juga  Pencarian Nelayan Tenggelam di Pantai Popoh Dihentikan

“Bahan keterangan sangat minim, namun petugas optimis bisa mengungkap kasus tersebut,” terangnya.

Masih menurut Endro, hingga akhirnya polisi mulai membuka berkas-berkas lama serta melakukan investigasi terhadap sejumlah nama yang dicurigai.

“Saat petugas mengintai YD, ternyata salah satu HP korban dibawanya,” imbuhnya.

Gayungpun bersambut, petugas langsung mendatangi rumahnya pada Rabu (22/7/2020) dini hari. Ia tidak bisa mengelak, karena barang bukti ada padanya.

“Tersangka YD ini juga mengaku salah satu ponsel sudah dijual seharga Rp 800 ribu dan uangnya sudah habis untuk membeli rokok, pulsa, dan kopi,” jelasnya.

Kepada petugas, tersangka mengaku nekat melakukan pencurian karena tidak memiliki pekerjaan tetap. Selain itu, saat beraksi tersangka optimis tidak akan tertangkap karena merasa tidak ada saksi yang melihat.

“Jadi modusnya tersangka ini keliling dengan mengendarai sepeda motornya. Saat ada target, ia masuk melalui pintu depan dan mengambil barang di dalam,” terangnya.

Namun tersangka mengaku baru kali ini melakukan pencurian setelah pada tahun 2010 yang lalu juga melakukan hal serupa.

Baca Juga  Menengok Pabrik Tangguh di Kota Marmer Cegah Penyebaran Covid-19

“Tersangka ini residivis dan pernah divonis 6 bulan penjara,” imbuhnya.

Endro menambahkan, kini kasus tersebut masih dalam proses penyidikan. Petugas juga masih berupaya untuk melengkapi berkas tersangka untuk pelimahan ke kejaksaan.

“Atas perbuatannya, tersangka nakal dijerat dengan pasal 362 KUHP dengan ancaman 5 tahun penjara,” pungkasnya. (yp)

News Feed