oleh

Gasak Perhiasan Kakak Ipar untuk Nyabu, Seorang Nelayan Dijerat Dua Kasus Sekaligus

Tulungagung, (afederasi.com) – Seorang nelayan asal Desa Talun Kulon Kecamatan Bandung bakal merasakan pengabnya jeruji besi. Pasalnya, pria berinisial TN (31) ini diduga telah mencuri perhiasan kakak iparnya Suryanita (34) berupa kalung dan cincin emas senilai Rp 10 juta. Ironisnya, uang hasil penjualan barang curian tersebut untuk membeli sabu-sabu.

Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia melalu Humas Polres Tulungagung Bripka Endro Purnomo menjelaskan. Terungkapnya dua kasus sekaligus bermula dari laporan korban ke Unit Reskrim Polsek Bandung pada Kamis (6/8/2020) yang lalu.

Awalnya, korban mengadu karena dua perhiasan emas berupa kalung dan cincin senilai Rp 10 juta yang disimpan di dalam almari telah hilang. Korban, sangat yakin jika barang berharga tersebut dicuri karena dirinya dan suaminya tidak pernah memindah tempatkan kalung dan cincin tersebut.

“Berbekal laporan tersebut akhirnya petugas mulai melakukan serangkaian penyelidikan termasuk memeriksa sejumlah saksi,” katanya.

Saat petugas melakukan olah TKP di rumah korban yang juga tempat tinggal tersangka lanjut Endro, petugas mencurigai gelagat aneh tersangka. Ia terlihat menutup diri dan berada di toilet dengan waktu yang cukup lama.

Baca Juga  Menengok Pabrik Tangguh di Kota Marmer Cegah Penyebaran Covid-19

“Tersangka juga terlihat seperti sakau,” imbuhnya.

Endro melanjutkan, saat tersangka keluar dari toilet petugas langsung membuntutinya. Namun tersangka berupaya menghalangi petugas saat menuju ke kemarnya.

“Saat digeledah, ternyata petugas menemukan bong atau alat penghisap sabu,” katanya.

Masih menurut Endro, di dalam bong tersebut juga masih tersisa sabu serta sebuah pipet kaca yang berisi sabu dengan berat sekitar 2,1 gram.

“Dari temuan tersebut, naluri petugas langsung muncul dan langsung menginterograsinya,” imbuhnya.

Hasilnya, tersangka mengakui jika perhiasan tersebut telah dicuri olehnya. Bahkan untuk mengelabuhi kakak iparnya, ia mengganti kalung emas dengan kalung replika.

“Perhiasan tersebut telah dijual seharga sekitar 6 jutaan. Pengakuannya uang hasil penjualan untuk membeli sabu-sabu dan membayar hutang, dan saat ini uangnya tinggal Rp 83 ribu,” ungkapnya.

Kepada petugas, tersangka mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari seseorang yang berinisial W. Dimana setiap poket sabu dibeli seharga Rp 150 ribu dengan cara diranjau.

“Tersangka bukan residivis, hanya saat mua juga pernah mengkonsumsi sabu, dan saat ini ia mengkonsumsinya lagi,” katanya.

Baca Juga  Tertidur Saat Panaskan Sirup, Warung Bakso Tiara Ludes Terbakar

Endro menambahkan, saat ini kasus tersebut masih dalam proses penyidikan. Petugas juga masih menunggu barang bukti berupa keterangan kepemilikan dari perhiasan tersebut.

“Sementara tersangka dijerat dengan pasal 112 sub pasal 127 UURI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Jika berkas kasus pencuriannya rampung, ia juga akan dijerat dengan pasal pencurian,” pungkasnya. (yp)

News Feed