oleh

Gadaikan Mobil Rental Rp 30 Juta, Penyewa Masuk Bui

Ilustrasi (istimewa)

Tulungagung, (Afederasi.com) – MM (58) warga Desa Kalangan, Kecamatan Ngunut dan AL (41) warga Desa Panjerejo, Kecamatan Rejotangan bakal merasakan pengabnya jeruji besi. Pasalnya, keduanya diduga melakukan penipuan dan penggelapan 1 unit mobil Toyota Avanza B 1049 SYQ milik Mujiono (52) warga Desa Gilang, Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung.

Modusnya, ketika mobil tersebut disewa tetapi oleh tersangka tidak dikembalikan, namun malah digadaikan seharga Rp 30 juta.
Akibatnya, korban mengalami kerugian sebesar Rp 140 juta. Dari kejadian tersebut, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa selembar kertas perjanjian sewa mobil dan sebuah BPKB Toyota Avanza warna putih tahun 2013 nopol B 1049 SYQ.

“Saat ini kedua tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Mapolsek Ngunut,” tegas Kapolsek Ngunut Kompol Siti Nurinsana melalui Kanit Reskrim Iptu Hery Widodo.

Hery menjelaskan, terungkapnya kasus penipuan dan penggelapan tersebut bermula dari laporan korban ke Polsek Ngunut pada awal November 2018 silam. Saat itu, salah satu tersangka yakni MM mendatangi rumah korban di Desa Gilang untuk menyewa mobil korban.

Baca Juga  Kakek Tanpa Identitas Diketemukan Tak Bernyawa, Diduga Ini Penyebabnya

“Saat itu telah disepakati, MM menyewa selama 22 hari dengan harga Rp 300 ribu per hari,” katanya.

Selanjutnya lanjut Hery, pada 11 November 2018 mobil tersebut diserahkan kepada MM. Ketika itu, MM menjanjikan jika biaya sewa akan dibayar saat bersamaan mengembalikan mobilnya.

“Karena sebelumnya mereka sudah saling kenal, akhirnya korban mempercayainya,” katanya.

Hery melanjutkan, setelah masa penyewaan selesai yakni pada tanggal 2 Desember 2018, mobil tersebut tidak kunjung dikembalikan. Bahkan, setiap kali ditagih MM hanya berjanji-janji.
“Katanya mobil masih dipinjam temannya,” ujarnya.

Karena hampir sebulan mobil tidak kunjung dikembalikan, akhirnya korban mendesak MM agar segera mengembalikan mobilnya. Saat itu, MMpun langsung mengaku jika mobil telah digadaikan.

“Tetapi saat itu MM masih bersikeras akan mengembalikan mobil tersebut, bahkan ia juga bersedia membuat perjanjian,” terangnya.

Masih menurut Hery, karena sudah hampir setahun mobil belum juga dikembalikan, dan MM hanya berkelit saat ditagih akhirnya korban memilih melaporkan kejadian ini ke Polsek Ngunut.

“Berbekal informasi tersebut petugas langsung melakukan penyelidikan,” katanya.

Baca Juga  Satu Pelaku Pencuri Ikan Gurami Serahkan Diri, Dua Pelaku Lain Masih Buron

Saat diperiksa pada Sabtu (28/09/2019) siang, MM mengakui perbuatannya. Bahkan, dalam menjalankan aksinya ia tidak sendiri. Namun dibantu oleh AL, adapun uang hasil gadai mobil sebesar Rp 30 juta juga dibagi berdua.

“Setelah dilakukan gelar perkara ternyata unsur-unsur pidana terpenuhi. Hari itu juga keduanya langsung ditahan,” jelasnya.

Hery menambahkan, kini kasus tersebut masih dalam proses penyidikan. Pihaknya juga tengah melengkapi berkas-berkas kedua tersangka untuk pelimpahan ke kejaksaan.

“Kedua tersangka akan dijerat dengan pasal 378 dan atau pasal 372 jo pasal 55 ayat 1e KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara,” pungkasnya. (ra/an)

vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

News Feed