oleh

Empat Tenaga Pendidik di Tingkat SMA Positif Covid-19, Pembelajaran Tatap Muka Ditunda

Tulungagung, (afederasi.com) – Satuan gugus tugas percepatan penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Tulungagung menyebutkan empat tenaga pendidik tingkat SMA di Kota Marmer dilaporkan terkonfirmasi positif coronavirus disease (Covid-19). Hal itu berdasarkan hasil pemeriksaan swab di laboratorium RSUD dr Iskak Tulungagung yang dikeluarkan pada Jum’at (18/9/2020).

“Iya harini kami mendapatkan laporan adanya empat pasien baru terkonfirmasi positif Covid-19. Keempatnya ini merupakan tenaga pendidik di salah satu lembaga SMA di Kota Marmer,” ungkap wakil juru bicara satuan GTPP Covid-19 Tulungagung, Galih Nusantoro, Jum’at (18/9/2020).

Adapun keempat pasien itu adalah DWE (47) dan GFR (57) keduanya warga Kecamatan Campurdarat, YUS (57) warga Kecamatan Kauman dan SRU (55) warga Kecamatan Boyolangu.

Galih menjelaskan adapun kronologi ditemukannya empat kasus tersebut berawal dari pemeriksaan Rapid Test Diagnostic (RDT) yang dilaksanakan oleh Puskesmas Campurdarat.

Dimana pemeriksaan RDT, ini merupakan permintaan dari pihak sekolah (SMA) tersebut, sebagai syarat awal dalam memulai pembelajaran tatap muka di Sekolah.

“Sebanyak 86 orang tenaga pendidik dilakukan pemeriksaan RDT pada tanggal 15 September lalu. Dengan hasil 7 diantaranya reaktif. Kemudian ketujuh orang tersebut ditindaklanjuti dengan pemeriksaan swab, hasilnya 4 orang diantaranya  (DWE, GFR, YUS, SRU) positif Covid-19,” jelasnya.

Baca Juga  Jalani Isolasi Kurang dari 10 Hari, Tiga Guru SMA di Kota Marmer Sembuh dari Covid-19

 Menurut Galih, dengan adanya tenaga pendidik yang terkonfirmasi positif Covid-19 ini maka untuk kegiatan pembelajaran tatap muka di sekolah tersebut ditunda.

Disinggung kondisi keempat pasien tersebut, kata Galih, untuk kondisi keempat pasien yang merupakan tenaga pendidik saat ini dalam kondisi baik atau berstatus orang tanpa gejala (OTG).

Galih menambahkan saat ini tim tracing masih melakukan pelacakan dan penyelidikan epidemiologi (PE) terhadap kasus tersebut untuk menekan penyebaran Covid-19 dan menentukan faktor risiko setiap kasus.

Dengan adanya kasus baru yang bertambah menandakan bahwa penularan Covid-19 masih ada. “Oleh karena itu masyarakat dihimbau untuk tetap waspada dan patuh menjalankan protokol kesehatan dalam menjalani aktifitas sehari-hari,” imbuhnya.

Sekedar diketahui, berdasarkan data sebaran Covid-19 di Tulungagung hingga Jum’at (18/9/2020) telah tercatat untuk jumlah kasus Covid-19 sebanyak 347 orang dengan rincian sembuh 308 orang, meninggal 3 orang, perawatan 12 orang dan 24 orang isolasi. (dn)

News Feed